From Japan to Korea – The Preparation

Yuhuu!! Mari melanjutkan cerita “Persiapan Jalan-jalan ke Korea dari Jepang”.

Setelah kemarin saya membagikan tips jalan-jalan mendadak bagi traveler independen, sekarang saatnya saya mempraktikkan apa yang sudah saya tuliskan tersebut. πŸ˜€

Pembuatan Visa

Yup, pertama-tama, saya memastikan apakah saya perlu visa untuk bepergian ke Korea dari Jepang. Kebetulan ada dua orang teman saya yang sudah terlebih dahulu traveling ke Korea dari Jepang dalam waktu yang berbeda. Saya pun bertanya kepada mereka, dan ternyata memang sebagai warga negara Indonesia, kita belum dipercaya sama pemerintah Korea wajib membuat visa jika akan mengunjungi Korea.

Nah, mengenai persyaratan dokumennya, ternyata kedua teman saya ini memberikan jawaban berbeda. Ada yang bilang butuh dokumen A, sementara yang satu lagi bilang tidak mengumpulkan yang A, melainkan hanya yang B, dan seterusnya. Karena ragu, saya memutuskan menelepon langsung South Korea Embassy in Japan. Ini link website-nya http://south-korea.visahq.jp/embassy/japan/.

Telepon saya disambut oleh seorang mbak-mbak berbahasa Korea. Langsung saja saya balas dengan bahasa Inggris, dan ternyata bahasa Inggris si mbak cukup lancar walaupun aksennya agak susah didengar (khas orang Korea). Untuk memastikan, sekali lagi saya bertanya apakah saya butuh visa jika ingin jalan-jalan di Korea. Si mbak menanyakan kewarganegaraan saya, dan mengatakan bahwa memang saya butuh visa.

Lalu saya menanyakan dokumen apa saja yang harus saya bawa ke sana saat apply visa. Menurut si mbak, kita hanya perlu membawa dokumen sebagai berikut:

  1. Alien card (atau sekarang namanya sudah menjadi Resident Card), dan fotocopy-nya bolak-balik
  2. Pasfoto ukuran 3,5cm x 4,5cm
  3. Passport
  4. Uang sebesar 4400 yen

Kemudian ia juga menambahkan informasi bahwa pengumpulan dokumen aplikasi visa dapat dilakukan setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-11.00, sedangkan pengambilan visanya pada pukul 13.30-16.00, dan proses pembuatan visa ini hanya membutuhkan waktu 3 hari! Cepat sekali ya πŸ™‚

Kemudian mengenai formulir aplikasi visa yang harus diisi, saya meminta teman saya untuk mengirimkan softcopy-nya. Namun tidak perlu khawatir, form ini hanya terdiri dari 1 halaman, dan sebenarnya bisa diisikan langsung di sana saat mengumpulkan dokumen di atas. Hanya saja persiapkan info di bawah ini sebelum mengisi formulir:

  1. Nama penginapan di Korea, alamat, dan nomor telepon. Mungkin sebaiknya tetap jaga-jaga membawa bukti booking penginapan tersebut walaupun tidak diminta.
  2. Jika menginap di teman seperti saya, catat tanggal lahir teman, alamat, dan nomor teleponnya. Kemarin saya membawa scan alien card teman saya dan surat undangan darinya. Namun lagi-lagi dokumen ini tidak diminta.

Nah, berbeda sekali dengan proses aplikasi visa ke Korea jika dari Indonesia, kan? >_< Saya sama sekali tidak perlu membawa bukti pemesanan tiket, bukti booking hotel, rekening koran 3 bulan terakhir, dan lain-lain. Namun kemarin, untuk berjaga-jaga saya tetap membawa dokumen-dokumen ini (bukti pemesanan tiket, rekening koran 3 bulan terakhir), yang pada akhirnya memang benar-benar tidak diminta πŸ˜€

Tempat Tinggal

Yosh, urusan visa beres, sekarang mari mencari tempat bernaung πŸ˜€

Masih di hari yang sama dengan datangnya ilham untuk jalan-jalan ke Korea ini (Kamis, 17 April 2014), saya menghubungi teman saya, Aulia, yang tinggal di Seoul (tepatnya Incheon). Namun sayang sekali saat Golden Week, kebetulan sekali orang tua Aul bakal datang juga ke Korea, jadi ia tidak bisa menemani jalan-jalan 😦

Alhamdulillah, masih ada seorang teman lagi yang sedang kuliah di Korea, ia adalah Millaty. Ketika saya menanyakan agenda Golden Week-nya, dan mengutarakan keinginan saya ke sana, tidak disangka-sangka, Mil mau memberikan tumpangan, membantu menyusun itinerary, dan menemani jalan-jalan! Wah, sepertinya, mimpi mengunjungi negara asal kpop dan variety show yang sering saya tonton ini sudah di depan mata! >_< πŸ˜€

Tiket Pesawat

Alhamdulillah, ternyata pengurusan visa tidak sulit, dan insya Allah sudah mendapat tempat tinggal. Sekarang saatnya berburu tiket murah!!

Terdapat beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Jepang-Korea. Yuk kita bahas satu per satu.

  1. Peach Air.Β http://www.flypeach.com/home.aspx. Maskapai ini basisnya di Kansai Int’l Airport, Osaka. Sayang sekali untuk penerbangan ke Korea, tidak ada yang berangkat dari Tokyo. Alhasil saya tidak memilih maskapai ini. Namun seorang teman saya yang pernah naik ini, ia booking tiketnya beberapa bulan sebelum berangkat (tidak seperti saya yang mendadak), dapat tiket seharga 10.000 yen PP.
  2. Asiana Airlines. Entah kenapa saya tidak menemukan direct link websitenya Asiana ini. Alhasil saya cuma seraching-searching via google, dan ketika itu tiket PP Tokyo-Seoul sekitar 35.000 yen PP, namun jam penerbangannya tidak pas dengan jadwal saya. Sehingga saya pun tidak memilih maskapai ini.
  3. Korean Air. https://www.koreanair.com/. Korean Air ini sebenarnya bukan low cost airlines, tapi ada kemungkinan dapat tiket murah kok. Beberapa rekan saya pernah menggunakan ini untuk pulang ke Indonesia dari Jepang. Alasannya supaya bisa transit di Korea πŸ˜€ Pengalaman seorang rekan, beliau pernah transit di Korea semalam, dan bisa jalan-jalan di luar bandara tanpa perlu visa. Tapi mesti dikonfirm lebih detail lagi sih ini gimana mekanismenya. Waktu saya kemarin searching tiket pesawat, saya tidak menemukan tiket yang murah, mungkin karena dekat dengan hari keberangkatan momen Golden Week kali ya..
  4. Nah akhirnya pilihan saya jatuh ke Jeju Air (http://www.jejuair.net/jejuair/ko_EN/main/main.jsp), yang brand ambassadornya adalah Lee Min Ho πŸ˜€ Waktu itu saya dapat tiket seharga kurang lebih 35.000 yen PP, sudah termasuk airport tax dan bagasi 20 kg. Saya pilih maskapai ini karena meskipun harga tiketnya kurang lebih sama dengan Asiana, tapi jam terbangnya sesuai dengan jadwal saya. Berangkat ke Seoul hari Jumat, 2 Mei 2014 pukul 18.30, dan kembali ke Tokyo hari Selasa, 6 Mei 2014 pukul 15.05.

Itinerary

Alhamdulillah urusan basic dari sebuah perjalanan sudah selesai (visa, tempat tinggal, tiket), sekarang saatnya menentukan rencana jalan-jalan πŸ˜€

Oh iya, ada yang lupa saya ceritakan. Karena keputusan jalan-jalan saya ini mendadak, saya tidak menemukan teman yang bisa menemani jalan-jalan. Tentu saja suami saya mau sebenarnya, namun apa daya saat ini kita terpisah oleh ruang yang begitu jauh πŸ˜€ Jadi saya akan berangkat dari dan pulang ke Jepang sendirian, di Koreanya saja yang ditemani Mil jalan-jalannya πŸ˜€ This was officially my first time traveling abroad alone! I was sooo excited!

Karena waktu jalan-jalan yang singkat, dan saya pun tidak bersama suami saya sementara saya tidak ingin meninggalkannya mengeksplorasi Korea sendirian, saya memutuskan tidak berjalan-jalan ke tempat yang jauh seperti Nami Island, Busan, Jeju Island, dan lain-lain. Selain itu waktu liburan ini juga singkat dan terjepit kesibukan saya lainnya. Pada hari keberangkatan, paginya saya masih ada kuliah πŸ˜› dan pada hari kepulangan, besoknya saya sudah harus ke lab lagi. Jadi kali ini saya ingin jalan-jalan santai saja mengeksplorasi kota Seoul sambil napak tilas lokasi-lokasi yang pernah dipakai filming Running Man. Hehehe πŸ˜€

Total waktu jalan-jalan saya adalah 3,5 hari, karena itu saya membaginya sebagai berikut:

  1. Seoul Iconic Landmark, seperti Gyeoungbokgung Palace, National Folk Museum, Gwanghwamun street, Cheongyecheon river, Itaewon, dan berakhir di Namsan Tower
  2. Seoul Sightseeing Place, seperti Bucheon Ecological Park, Hongdae, Seoul World Cup Stadium, Bukcheon Hanok Village, serta Han river
  3. Seoul Shopping Paradise, seperti Myeongdong, Insadong, dan Gangnam, ditambah iseng main ke Kantor SBS Mokdong
  4. Hari terakhir buat jaga-jaga kalo ada tempat yang belum sempet dikungjungi di 3 hari sebelumnya πŸ˜€

Well, sebenernya banyaakk banget tempat-tempat menarik lain buat dikunjungi kalau ke Seoul. Namun untuk kali ini, saya rasa tempat-tempat di atas sudah dapat mewakili tempat-tempat lainnya, karena kebanyakan beberapa tempat lain memiliki konten yang serupa dengan yang di atas.

Sayang sekali saya tidak memiliki waktu untuk main-main di amusement park seperti Everland atau Lotte World, secara untuk dapat puas mengunjungi tempat seperti ini butuh waktu satu hari penuh, dan saya merasa sayang kalau satu hari hanya dihabiskan di amusement park sementara masih banyak tempat lain yang ingin saya lihat di Seoul πŸ™‚

Insya Allah beberapa tempat yang belum sempat saya kunjungi ini, saya simpan untuk kunjungan ke Korea berikutnya bersama suami. Aamiin πŸ™‚

*****

Alhamdulillah semua proses persiapan ini begitu cepat dan lancar. Kalau mau dibikin timeline, kira-kira seperti ini:

  • Kamis, 17 April 2014: mendapat ilham untuk ke Korea, mencari teman yang mau memberikan tumpangan
  • Jumat, 18 April 2014: menelepon kedubes Korea dan bertanya tentang proses aplikasi visa, membeli tiket secara online
  • Rabu, 23 April 2014: ke kedubes Korea di Tokyo untuk apply visa
  • Rabu, 30 April 2014: kembali ke kedubes Korea untuk ambil visa yang sudah jadi (sebenarnya visa saya sudah jadi hari Jumat 25 April, namun saya hanya punya waktu ke Tokyo hari Rabu karena pada hari tersebut saya tidak ada jadwal kuliah)
  • Jumat, 2 Mei 2014: berangkaatt!!!

Nantikan cerita jalan-jalan saya di Seoul selanjutnya!

IMG_4462

Advertisements

Trip to KL-Singapore Day #5 : Tiba-tiba udah jam segini aja..

Setelah dua hari kemarin kami berdua cukup tepar dengan perjalanan dari Malaysia ke Singapore, akhirnya malam ini kami bisa beristirahat dengan proper. Di dalam dorm kami yang berisi 4 kasur, hanya ada 1 orang lagi yang menginap, yaitu seorang mbak2 dari Filipina. Kami hanya sempat mengobrol saat kemarin menaruh barang-barang di kamar sebelum berjalan-jalan. Semalam saat kami pulang, si mbak belum pulang. Dan saat pagi ini kami terbangun, si mbak belum bangun.

Kami pun sarapan sekitar jam 7 di dapur hostel. Tersedia roti, mentega, selai, teh, serta kopi dan gula. Bedanya hostel dengan hotel adalah, di hostel kami harus mencuci peralatan dapur yang sudah kami gunakan. Oleh sebab itu, saya dan nisa hanya menggunakan 1 gelas dan 1 piring bersama-sama supaya tidak banyak cucian. Hehe. Btw, saya perhatikan, roti yang disediakan yang ada logo halal Singapore-nya, lho. Alhamdulillah πŸ™‚

Selesai sarapan, kami langsung mandi dan berganti pakaian. Saat kami bersiap-siap, mbak Filipin itu terbangun. Kami pun mengobrol sambil bersiap-siap. Orangnya ramah sekali. Ternyata dia adalah seorang travel agent. Dia memberikan saya kartu namanya. Dari situ saya lihat kantor tempat dia bekerja punya cabang di Surabaya.

Saat hendak meninggalkan kamar, saya mengabsen barang-barang yang saya bawa supaya tidak ada yang tertinggal. Saat itu saya berkata, “Pasport, dompet, topi, kacamata item, payung….” Lalu tiba-tiba si mbak memotong pembicaraan saya, “Payung is umbrella, right?” Saya dan Nisa sangat kaget. “Oh yes, how did you know that?” kata saya. “Indonesia and Philippine have some words that are similar,” katanya. Wah saya baru tahu. Surprise banget kata-kata yang sama adalah “payung”, di mana saya mengira “payung” bukan kata serapan.

Baiklah itu sekedar intermezzo πŸ˜€

Mustafa Center

Pukul 08.30 kami cabut dari hostel. Tujuan perama kami hari ini adalah Mustafa Center.

DSCN4861

Mustafa center ini adalah pusat membeli belah kalo dalam bahasa Melayu πŸ˜€ Maksudnya adalah bentuknya seperti hypermart dan macem-macem barang dijual di sini, mulai dari alat elektronik, jam tangan, souvenir, coklat, dan yang terutama, bahan-bahan rumah tangga yang berasal dari India.

Awalnya kami hanya ingin membeli coklat berbentuk Merlion di sini, namun ternyata melihat-lihat produk India sangat menarik, sehingga kami menghabiskan waktu agak lama di sini. Kami pun berniat membeli satu makanan dari India yang ada logo halalnya. Setelah berputar-putar mencari ga nemu-nemu, akhirnya di pojokan lorong paling jauh, kami menemukan cup noodle (atau lebih tempatnya bowl noodle) dengan rasa tom yun dan kari yang ada logo halalnya. Lumayan, buat sarapan 2 hari ke depan πŸ™‚

DSCN4907

Bugis Junction – Seoul Garden

Dari Mustafa Center, kami kembali ke Bugis Junction untuk bertemu dengan teman saya yang lain, Himawan. Di Bugis Junction kami berencana makan siang di Seoul Garden, restoran all-you-can-eat masakan Korea yang bersertifikasi halal. Pukul 10.00 kami tiba di Bugis Junction. Karena Himawan belum sampai, kami pun melihat-lihat baju-baju yang dijual di Uniqlo. Tadinya saya pikir Uniqlo cukup mahal. Ternyata jika dibandingkan dengan fashion line lain yang saya lihat dari kemarin, Uniqlo ini malah cukup terjangkau. Akhirnya saya dan Nisa berbelanja baju deh di sini πŸ˜€

Tak terasa akhirnya jam 13.00 kami (kali ini plus Himawan) baru menuju Seoul Garden. Seoul Garden ini juga terletak di dalam Bugis Junction. Kami juga mengajak Vina ikut makan bareng. Karena tipenya all-you-can-eat, harga makannya memang cukup mahal, yaitu SGD 23. Dan kami pun bener-bener puas-puasin makan di sini πŸ˜€

IMG_5085

mirip Hanamasa kan?

mirip Hanamasa kan?

Lagi-lagi tanpa terasa sudah jam 15.30 while there’s still a lot of things to do! >_< Kami pun langsung menuju China Town, namun Vina tidak bisa ikut. Bye-bye, Vina.. See you next time πŸ™‚

China Town

DSCN4870

di sebelah kanan ada kanji “deguchi”. tapi dalam bahasa china ga tau bacanya gimana πŸ˜€

China Town di Singapore jauh lebih bagus daripada di Malaysia. Di sini benar-benar dijual souvenir khas cina, seperti gantungan kunci, jimat, tas-tas kecil, sapu tangan, kipas, dan lain-lain semuanya dengan motif khas cina. Selain itu juga dijual souvenir khas Singapore seperti yang dijual di Bugis Village namun dengan harga jaauuhh lebih murah. Aahh, saya menyesal sudah membeli oleh-oleh di Bugis Village kemarin. Karena itu saya sarankan dan sangat saya tekankan, belilah oleh-oleh di China Town πŸ™‚

Di China Town juga banyak sekali barang-barang yang dijual seharga SGD 10 untuk 3 buah, seperti jam tangan, kaos Singapore, aksesoris, dll pokoknya banyak banget deh. Jadi memang China Town ini cocok sekali untuk beli oleh-oleh πŸ˜€

IMG_5122

Setelah puas berkeliling, kami solat di masjid yang terletak di ujung jalan China Town ini.

IMG_5130

Setelah itu kami segera menuju Sentosa karena khawatir hari keburu gelap padahal kami berencana foto-foto di depan tulisan Universal. Wah bener-bener deh pokoknya hari ini serba “tiba-tiba udah jam seginiii aja” >_<

Sentosa Island – Song of The Sea

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan-postingan sebelumnya, kami memang tidak berencana main-main di USS. Di Sentosa island kami hanya berencana foto-foto di depan tulisan Universal, mencoba wahana di sekitar Sentosa, dan nonton Song of The Sea. Ketika kami sampai di sini, hari sudah hampir gelap, kami pun terburu-buru berfoto di depan tulisan Universal. Namun tidak banyak foto bagus yang kami dapat karena memang pencahayaan tidak maksimal dan ada uap air di sekitar bola dunia tersebut (apa memang selalu ada?)

IMG_5139

IMG_5161

Kemudian kami membeli tiket Song of The Sea untuk pertunjukan pukul 19.30. Kali ini Kak Gunawan bergabung bersama kami, namun Himawan pulang duluan. Β Setelah menyerahkan tiket ke Kak Gunawan, kami solat maghrib terlebih dahulu. Selesai solat, kami langsung menuju Β tempat menonton pertunjukannya. Tempat ini bentuknya seperti menonton bioskop, jadi di bagian bawah adalah stage tempat pertunjukan, dengan kursi makin ke belakang makin tinggi, namun tidak setinggi bioskop.

Ternyata pertunjukan Song of The Sea ini mirip dengan pertunjukan yang kemarin kami tonton di depan Marina Bay, hanya saja jalan ceritanya berbeda dan yang kali ini ada dialog-dialog yang terjadi antar tokohnya, sehingga mudah dimengerti. Inti pertunjukannya sih masih sama, permainan cahaya, laser, semprotan air, dan juga kembang api.

salah satu semburan kembang api yang sempat ter-capture

salah satu semburan kembang api yang sempat ter-capture

Pukul 20.00 pertunjukan selesai. Kami bertiga (saya, Nisa, dan kak Gunawan) berkeliling-keliling sebentar di sekitar sentosa dan berfoto bersama Merlion versi gede.

IMG_5245

Thx to Kak Gunawan sebagai pengarah gaya πŸ™‚

IMG_5250

Lalu sekitar pukul 22.00 kami baru pulang. Hoaahm..

*****

Berikut itinerary lengkap kami hari ini:

  • 08.30 Β  Β  Mustafa Center
  • 10.00 Β  Β  Keliling Bugis Junction, belanja di Uniqlo
  • 13.00 Β  Β  Β Makan di Seoul Garden
  • 15.30 Β  Β  Β Beres makan, lanjut ke China Town
  • 17.00 Β  Β  Solat di China Town
  • 17.30 Β  Β  Menuju Sentosa
  • 18.00 Β  Β  Sampai Sentosa, foto-foto
  • 19.30 Β  Β  Nonton Song of The Sea
  • 20.00 Β  Β Beres, jalan-jalan dan foto-foto di sekitar Sentosa
  • 22.00 Β  Β Pulang