Trip to KL-Singapore Day #6 dan #7: Foto..Foto..dan Foto..

Hari ini tujuan utama kami cuma Orchard Road dan Clark Quay, karena itu kemarin kami sempat meminta saran tempat-tempat yang oke buat jalan-jalan ke Kak Gunawan. Dari Kak Gun, kami dapat saran untuk ke Chinese Garden dan Botanic Garden karena dua tempat itu bagus buat foto-foto.

Namun kami merasa foto-foto kami di Merlion Park 2 hari lalu kurang memuaskan karena saat itu banyak angin, terlalu ramai oleh turis, ditambah lagi hujan. Jadi pagi ini kami berencana mengawali dengan foto-foto ulang di Merlion Park.

Benar saja, saat pagi ini sekitar jam 10.00, Merlion Park masih sepi. Hanya ada segelintir turis termasuk kami. Maka kami pun puas sekali mengambil foto dengan angle-angle yang jauh lebih bagus 😀

IMG_5322

berkat keahlian Nisa, sempat kefoto pas ada kapal lewat 😀

IMG_5318

bisa foto sama Merlion tanpa tiupan angin heboh yang bikin berantakan jilbab 😛

Chinese Garden

Pukul 11.00 matahari mulai memanas, kami pun segera menuju chinese garden menggunakan MRT turun di station “Chinese Garden”. Ternyata chinese garden sangat jauh dari daerah merlion dkk, pukul 11.45 kami baru sampe di sana dan saat itu matahari sudah sangaaattttt di atas kepala. Panas banget T_T Jadi saya sarankan, kalau mau ke chinese garden, mendingan pagi sekitar jam 8 atau sore sekitar jam 4 karena matahari sudah tidak terlalu terik.

Jadi sebenarnya chinese garden ini terdiri dari 2 areal, yaitu chinese garden dan japanese garden. Dan benar saja, banyak sekali spot-spot cantik untuk berfoto di sini. Benar-benar seperti berada di dataran china dengan taman rumput yang hijau asri dan patung-patung serta bangunan berciri khas china. Katanya biasanya banyak yang berolahraga di sini. Namun saat kami datang, tamannya sepi-sepi aja tuh. Mungkin karena udah terlalu siang kali ya? 😀

IMG_5332

IMG_5340

IMG_5358

kayak tempat syutingnya Kungfu Panda ya

Sebenarnya kami belum sempet mengelilingi seluruh areal ini, namun karena sudah terlalu panas, pukul 13.30 kami menyudahi sesi foto-foto di sini 😀

Agenda selanjutnya adalah meet up with Himawan lagi di Orchard Road. Karena posisi kami dari chinese garden, yang mana berada di tengah-tengah antara tempat tinggal Himawan dan Orchard Road, Himawan menyarankan untuk bertemu di Yuhua Village Market yang berada di dekat Chinese Garden. Yuhua Village Market adalah pusat perbelanjaan seperti pasar yang menjual macam-macam barang (ya selayaknya pasar lah..) seperti alat-alat rumah tangga, pakaian, dan ada juga food court. Kami pun menunggu Himawan sambil makan siang di food court tersebut.

Food court ini cukup luas. Tapi dari sekian banyak stall yang berjualan, hanya ada 2 stall yang menjual makanan halal, dan salah satunya tutup -_-” Kami pun tidak punya pilihan lain selain ke salah satunya yang buka itu. Di sini kami membeli nasi goreng, haha.. Untung rasanya cukup enak..

Karena setelah kami selesai makan Himawan tidak kunjung datang juga, akhirnya kami memutuskan langsung bertemu di Orchard Road saja. Kami pun ke Orchard Road dengan naik bus, dan ternyata perjalanan juga sangat jauh. Kami (saya dan Nisa) pun sempet tertidur di bus.

Orchard Road

Sekitar setengah jam kemudian kami pun sampai di Orchard Road. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14.30. Himawan belum sampai di Orchard Road, dan saat itu saya sangat kebelet buang air kecil, maka kami pun keliling-keliling dari satu mall ke mall lain untuk mencari toilet. Kenapa keliling-keliling? Well, sebenernya di setiap mall pasti ada toilet, sih. Tapi saya nyari toilet yang ada semprotan airnya (Indonesia banget :P) dan tidak juga ketemu-ketemu sampe sekitar setengah jam! Semuanya toilet kering! Hahaha..belum pernah saya nahan BAK selama ini >_<

Sambil menunggu Himawan, kami pun berjalan-jalan di mall ini. Ternyata, semuanya merupakan barang-barang yang terbeli oleh budget kami. Haha. Sebenernya saya memang lagi ga niat belanja apa pun sih, tapi kalo nemu barang lucu pengen juga beli. Taunya barang-barang yang saya anggap lucu harganya mahal-mahal semua. Huhu. Lain kali aja deh belinya kalo jalan-jalan ke sini sama emak >_<

Dan akhirnya jam 15.30 Himawan datang juga. Rupanya dia ketiduran tadi, haha. Kami pun berpindah ke mall lain yaitu Takashimaya. Di depan Takashimaya ini ada kakek penjual es krim yang legendaris itu. Tapi sayangnya saya sama sekali ga kepikiran buat ngefoto si kakek dan gerobak es krimnya gara-gara udah keburu kepanasan dan ingin menyantap es krim tersebut.

Buat yang sering ngomongin es krim orchard road, sebenernya ga ada yang istimewa-istimewa banget sih. Hanya sebongkah es krim Wall’s berbagai rasa yang diapit oleh selembar roti tawar. Yampuun, kayak tukang es puter yang biasa lewat depan rumah kan? Tapi katanya sih si kakek itu udah jualan di situ dari jaman dahulu kala. CMIIW..

Karena ga bisa beli apa-apa di sini, foto-foto aja deh 😛

DSCN4920

Puas foto-foto (bukan belanja ya :P), kami solat dulu di Masjid di Orchard Road sini, namanya Masjid Al Falah. Alhamdulillah karena jalan-jalan sama temen yang orang sini, jadi bisa solat di tempat yang proper..

IMG_5383

Botanic Garden

Pukul 16.30 kami putuskan segera menuju Botanic Garden karena kami (lagi-lagi) mau foto-foto di sana dan takut keburu gelap 😛 Dari Orchard Road ke Botanic Garden kami naik bus. Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit.

Botanic Garden ini sama seperti Chinese Garden tadi. Sebuah areal luas yang ditanami tanaman-tanaman tropis dengan banyak spot-spot untuk istirahat dan olahraga. Karena saat ini sudah sore, matahari sudah tidak panas lagi, banyak sekali warga Singapore yang jogging di sini. Sementara kami ya cuma hunting foto aja di sini 😛

IMG_5384

IMG_5422

Thx to Himawan sebagai fotografer dadakan :D

Thx to Himawan sebagai fotografer dadakan 😀

Clark Quay

Tujuan terakhir hari ini adalah Clark Quay. Memang Clark Quay paling tepat dikunjungi saat malam hari karena lampunya yang indah-indah. Sebenernya saya dan Nisa sudah sangat tepar, tapi tanggung lah, udah jauh-jauh sampe Singapore, sekalian kita habisin semua tempat-tempat hari ini.

Nah Clark Quay ini sendiri merupakan tempat hang-out agak mirip PVJ gitu kali ya kalau di Bandung. Tapi kalau Clark Quay ini bukan mall, melainkan suatu areal yang ada restoran-restoran, bar-bar, serta toko-toko fashion. Sebenernya saya agak serem sih jalan-jalan di sini, soalnya kayak bukan tempat baik-baik gitu secara yang dijual ya bir, alkohol, wine. Trus ada salah satu restoran yang mbak2 waitressnya bajunya seksi banget >_< Jadi kami tidak lama di sini, lagi-lagi cuma foto-foto dan sempat jajan es krim Turki yang kalo beli dikerjain dulu itu 😀 Sambil makan es krim, kami cuma menikmati keindahan lampu-lampu dari pinggir sungai.

*****

Tak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pukul 20.30 kami sudah memutuskan kembali ke hostel karena besok pagi-pagi sekali kami sudah harus check out dan malam ini kami harus membereskan barang-barang. Namun ada satu hal yang belum kesampean yaitu mencicipi gorengan halal bernama “Old-Chang-Ke” yang direkomendasikan Kak Ichoet yang baru saja ke Singapore seminggu sebelum saya ke sini. Saya pun mengutarakan keinginan ini ke Himawan, dan tanpa disangka, salah satu stall Old-Chang-Ke ada di stasiun MRT Bugis yang selama ini kami lewati tiap pulang dan pergi. Jadilah sebelum pulang kami mampir ke situ dulu.

Gorengan Old-Chang-Ke ini banyak sekali macamnya, antara lain udang, ayam, cumi, ikan, sayuran, semuanya digoreng tepung. Sama aja kan sama yang biasa kita goreng di rumah? Tapi memang rasanya enaaakk banget, dan stall-nya higienis, petugas yang menggoreng dengan petugas yang di bagian kasir dibedakan orangnya serta berseragam layaknya koki, sehingga kami benar-benar merasa makanannya terjaga kebersihannya. Dan yang paling penting, sertifikasi halal dipajang gede-gede di dindingnya 🙂

Berikut itinerary kami hari ini:

  • 10.00     Foto-foto di Merlion Park
  • 11.00      Menuju Chinese Garden
  • 13.30      Makan di Yuhua Village Market
  • 14.30      Jalan-jalan di Orchard Road
  • 16.30      Menuju Botanic Garden
  • 16.45      Jalan-jalan di Botanic Garden
  • 18.30      Menuju Clark Quay
  • 19.00      Jalan-jalan di Clark Quay
  • 20.30     Menuju Bugis
  • 21.00      Sampai di stasiun MRT Bugis, jajan Old-Chang-Ke
  • 22.00     Makan malam nasi Briyani di restoran Arab dekat hostel
  • 22.30     Sampai hostel

*****

See you next time, Singapore!

Hari ini, Rabu, 21 November 2012, pesawat kami akan take-off pukul 10.00 waktu Singapore. Maka pukul 07.30 kami sudah check out dari hostel.

di depan hostel

di depan hostel

Untuk menuju bandara Changi sangaatt mudah. Kalau dari Bugis sih tinggal naik MRT line yang warna hijau sampe stasiun terakhir yaitu Changi Airport. Saat kami naik MRT, banyak sekali penumpang lain yang juga membawa koper atau backpack. Pastilah mereka hendak menuju Changi juga seperti kami. Perjalanan dengan MRT memakan waktu hanya 45 menit. Namun karena biasanya ke mana-mana cuma 2 menit, 10 menit, 15 menit, perjalanan 45 menit ini terasa sangat jauh. Mungkin kalau di Jakarta, ini jaraknya sama dengan 2 jam kalau naik mobil kali ya..

Pukul 08.15 kami sampai di bandara. Ga enaknya low cost airlines, tempat check in-nya di ujung yang paling jauh dari pintu masuk. Ketika check in, ternyata koper saya hanya sekitar 12 kg, dan Nisa mungkin 14 kg. Padahal kami sudah memesan bagasi hingga 20 kg. Tau gini kami memesan bagasi yang 15 kg saja. Jadi saran saya, jika memang tidak terlalu berniat belanja di Singapore ataupun KL, pesan bagasi yang 15 kg saja supaya tidak mubazir.

Seperti biasa, setelah check in, kami menuju konter imigrasi. Potongan kertas yang diberikan saat imigrasi masuk Singapore dulu jangan sampai hilang ya, karena akan diminta lagi saat keluar ini. Setelah imigrasi, kami langsung menuju ruang tunggu dan menunggu dengan santai. Tak berapa lama kemudian, kami pun dipanggil untuk boarding.

Dengan ini, secara resmi berakhirlah jalan-jalan saya ke KL dan Sg. Alhamdulillah semua rencana dan berjalan dengan lancar dan diberikan keselamatan oleh Allah SWT. Semoga di masa yang akan datang, saat udah punya uang sendiri yang lebih banyak 😛 bisa jalan-jalan lagi ke sini. Aamiin..

See you next time, Singapore! ^_^d

Advertisements

Trip to KL-Singapore Day #4 : Welcome to Singapore

Aaa..3 minggu ini saya sibuk mempersiapkan kepindahan saya dari Bandung sehingga saya tidak sempat meng-update cerita-cerita tentang jalan-jalan ke Sg 😦 Sekarang, mari  kita lanjutkan ceritanya 😀

Adzan subuh di Sg kurang lebih sama dengan di KL yaitu sekitar jam 5.30 waktu setempat (sama dengan WITA). Selepas solat subuh di Masjid Sultan, saya dan Nisa tertidur karena kelelahan dan tidur yang tidak maksimal semalam di bus. Tanpa sadar kami terbangun pukul 07.30. Begitu terbangun kami langsung bergegas ke hostel untuk mandi dan bersiap2 memulai eksplorasi hari ini 😀

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, sebelum ke masjid subuh tadi, kami sudah menitipkan barang-barang di hostel karena kami belum bisa check in sebelum jam 11.00. Sampai hostel kami meminta izin untuk menumpang mandi dan berganti pakaian. Agak ribet juga memang karena kami belum punya kamar sendiri, jadi harus bolak-balik mengambil barang di koper di ruang penitipan, ke kamar mandi, lalu ke ruang penitipan lagi. Tapiii kalau kami menginap di hotel, belum tentu bisa menitipkan barang sebelum check in, dan tentu saja tidak dapat menumpang mandi karena kamar mandinya di dalam kamar tidur semua. Jadi untuk backpacker yang memiliki jadwal traveling yang padat, memang hostel adalah pilihan yang tepat.

Bugis

Pukul 10.00 kami baru selesai bersiap-siap dan langsung menuju kawasan Bugis, kawasan yang terkenal karena banyak tempat belanja 😀 Bugis ini juga terletak dekat dengan hostel kami, jadi kami hanya tinggal berjalan kaki.

Sampai di kawasan Bugis, kami langsung menuju Bugis Village. Bugis Village adalah tempat belanja yang kalo di Indonesia mungkin mirip-mirip ITC Mangga Dua atau King’s di Bandung. Jadi barang yang dijual harganya cukup miring (untuk ukuran Sg loh ya :P). Di sini dijual kaos, gantungan kunci, magnet, patung kecil Merlion, dll pokoknya souvenir dengan desain khas Sg. Selain itu ada juga baju-baju (cowok maupun cewek), aksesoris, tas yang lucu-lucu, dan tentu saja makanan.

Di sini saya cuma beli oleh-oleh yang khas saja. Karena baju, tas, dan aksesorisnya, semua bisa didapatkan di Bandung dengan desain yang sama lucunya dengan harga yang jauh lebih murah. Malah saya curiga beberapa barang di sini Made in Indonesia. Jadi saya sama sekali tidak tertarik beli. Tapi kalau kalian mau punya kenang-kenangan dengan membeli sebuah barang lucu dan kalo ditanya bisa dengan gaya menjawab, “Beli di Singapore, loh” ya saya sangat merekomendasikan untuk belanja di sini, karena di pusat perbelanjaan lain harganya jauh lebih mahal >_<

Untuk makanan, saya dan Nisa cuma berani beli jus buah dan jagung rebus-keju yang ada logo halal Singapore-nya, karena makanan yang lain kami tidak yakin dengan kehalalannya.

Pukul 12.00 kami sudah berjanji untuk bertemu dengan teman SMA saya yang sedang kuliah S2 di Sg, namanya Vina. Kami pun bertemu dengan Vina di Bugis Junction. Bugis Junction ini adalah mall yang terletak tepat di seberang Bugis Village. Karena sudah sangat kelaparan, kami pun makan siang di McD. Yang saya syukuri dari Sg adalah makanan fast foodnya semua bersertifikasi halal, seperti McD, KFC, dan Popeye. Jadi kalau ke Sg dan tidak tahu mau makan apa, fast food adalah pilihan yang aman 🙂 Tapi sebelum makan, tetap cek dulu ya apakah restoran tsb memasang sertifikasi halalnya. Saya tidak mau menjerumuskan pembaca blog ini untuk memakan fast food di Sg tanpa mengecek terlebih dahulu kehalalannya >_<

McD Sg tidak sama dengan McD di Indonesia. Di sini tidak ada pilihan menu potongan ayam dan nasi 😀 Yang ada hanya chicken/fish/beef burger, french fries, soft drink, dan ice cream. Kalau mau ayam, adanya chicken nugget. Tapi, french friesnya ada bumbu shaker rasa madunya. Enak banget 🙂

Setelah makan, kami memutuskan untuk kembali ke hostel sebentar untuk check in, menaroh barang-barang di kamar, dan solat zuhur jamak ashar, supaya jalan-jalannya lebih tenang 🙂

Merlion Park

Hari pertama di Sg ini, kami berencana mengunjungi semua landmark penting Sg dan berfoto-foto di depannya 😛 Tujuan kami tentu saja Merlion, Esplanade, Marina Bay Sands, dan Garden by the Bay yang semua terletak berdekatan satu sama lain. Dari hostel kami, tinggal naik MRT dari Bugis station turun di Raffles Place station, nah dari situ tinggal jalan kaki ke Merlion Park.

Pukul 14.00 Kami sampai di Merlion Park, dan karena saat itu adalah hari Minggu, jadinya ramai sekali oleh turis. Sangat sulit untuk mendapatkan spot foto yang bagus T_T Nah di Merlion Park ini, kita bisa berfoto dengan beberapa landmark penting sekaligus, seperti Merlion, Esplanade, dan Marina Bay Sands. Jadilah satu jam kami habiskan di sini untuk foto-foto saja.

Ini beberapa foto yang kami hasilkan di satu tempat saja:

Nisa, saya, Vina

Nisa, saya, Vina

Marina Bay Sands, pengen deh honeymoon di sini :D

Marina Bay Sands, pengen deh honeymoon di sini 😀

Esplanade

Esplanade

Saat ini, cuaca di Sg tidak jauh berbeda dengan di Indonesia khususnya Bandung, yaitu lagi musim hujan. Dan seperti biasa sebelum hujan, cuaca sangaaatt panas dan terik, namun awan hitam bergulung tebal sudah terlihat di kejauhan. Dan benar saja, sekitar pukul 15.00 hujan pun turun dengan derasnya. Alhasil semua turis yang sedang berfoto-foto langsung berteduh di bawah jembatan yang menuju ke Esplanade.

Esplanade

10 menit menunggu di bawah jembatan, tidak ada tanda-tanda hujan akan reda. Vina pun memberi saran untuk berteduh di dalam Esplanade saja. Kami pun menerjang hujan angin menyeberangi jembatan menuju Esplanade.

Esplanade sebenarnya memiliki fungsi utama sebagai gedung pertunjukan. Ketika kami sampai di sana pun sedang ada pertunjukan musik klasik di stage-nya. Kami pun ikut mendengarkan sebentar sembari istirahat.

Selain gedung pertunjukan, di dalam Esplanade juga ada mall. Kami pun berjalan-jalan sejenak di mall ini dan membeli popcorn yang saya direkomendasikan sama Vina, lupa namanya apa. Pokoknya rasanya beda dengan popcorn bioskop. Rasa kejunya benar-benar melting, seperti keju dilumurin merata di popcornnya, begitu juga dengan rasa caramelnya. Wah benar-benar guilty pleasure nih makan ini. Enak banget tapi kalau mengingat-ingat kalorinya, kasihan sama badan T_T

Singapore Flyer

Tujuan berikutnya adalah Singapore Flyer. Singapore flyer ini terletak tepat di depan Singapore river. Tadinya kami ingin mencoba naik, ingin melihat Sg dari ketinggian, kan kemarin di KL ga tercapai melihat KL dari ketinggian 😀 Tapi apa mau dikata, harga tiketnya mahal banget, SGD 38. Ya mahal untuk ukuran kami yang niatnya memang jalan-jalan murah ini. Akhirnya kami mengurungkan niat untuk naik.

Singapore Flyer

Singapore Flyer

Selain flyer, ada wahana trampolin seharga SGD 10. Kesannya murah ya, tapi begitu dikonversi ke rupiah, langsung merasa tidak worth it karena di Indonesia bisa naik wahana serupa mungkin hanya dengan harga Rp 30.000-50.000. Akhirnya kami hanya berfoto-foto saja di depan flyer ini dan duduk-duduk sejenak di dataran berumput di depan Singapore river. Sebenarnya sungainya biasa saja sih, sungai di Indonesia banyak yang lebih indah. Tapi yang patut dipuji, sungai ini dan sekitarnya sangat bersih jadi nyaman untuk duduk-duduk.

Marina Bay Sands

Sekitar pukul 17.30 kami berjalan kaki lagi ke Marina Bay Sands yang terkenal karena bentuknya yang unik itu. Untuk ke sana, kami menyeberangi jembatan DNA, yang bentuknya seperti DNA string yang saling melilit. Saya baru menyadari bahwa bangunan-bangunan di Sg benar-benar penuh dengan arsitektur yang indah dan menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi.

DSCN4836

Di Marina Bay kami duduk-duduk lagi di depan air mancur di depan mall-nya. Hari ini kami agak banyak duduk-duduk saja karena perjalanan hari ini sangat melelahkan, ditambah kami belum tidur di kasur sejak semalam. Setelah cukup beristirahat, kami jalan-jalan sebentar di mall-nya.

Seperti yang saya bilang di atas, kalau mau belanja barang di Sg dengan harga yang terjangkau, Bugis Village lah tempatnya. Dan begitu kami jalan-jalan di mall-nya Marina, langsung terlihat bahwa ini mall kelas atas yang bahkan kamu akan menemukan sapu tangan seharga lima ratus ribu dan kaos kaki seharga satu juta -__-”

Di sini kami juga berniat untuk naik ke tingkat paling atas (lantai 56) Marina untuk melihat Sg dari ketinggian. Alhamdulillah, harganya lebih terjangkau, yaitu “hanya” SGD 20. Lantai 56 ini ternyata lebih tinggi daripada Singapore Flyer, jadi kami tidak menyesal tidak jadi naik flyer tadi 😀

Menurut saya, waktu yang paling tepat untuk naik ke sini adalah malam, karena dari lantai ini, kita bisa berfoto dengan gemerlap lampu-lampu dari bangunan dan jalan-jalan Sg di malam hari. Kita bisa melihat semua landmark penting Sg dari atas sini. Singapore flyer juga ternyata kalau malam berlampu yang berganti-ganti warna. Jadi bagus untuk foto-foto.

Pemandangan Garden by The Bay dari atas Marina Bay Sands

Pemandangan Garden by The Bay dari atas Marina Bay Sands

Singapore flyer dari atas

Singapore flyer dari atas

Btw, kami tidak sengaja bertemu 2 orang mbak-mbak Jepang yang cantiikk banget kayak artis Korea. Awalnya kami meminta tolong untuk difotoin bertiga, pake bahasa Inggris pastinya. Trus si mbak-mbak juga ngejawab pake bahasa Inggris yang sekali dengar juga ketahuan kalo dia orang Jepang. Trus saya iseng-iseng aja ngajak ngobrol pake bahasa Jepang sekalian latihan speaking. hehe 😀

Beberapa menit sebelum pukul 20.00 kami turun ke depan mall karena setiap pukul 20.00 ada pertunjukan yang mirip Song of The Sea gratis di sini, yaitu permainan air dan lampu warna-warni yang menampilkan sebuah jalan cerita. Benar saja, begitu tiba di bawah, seluruh areal tempat menonton sudah penuh oleh turis. Tapi senangnya, semua duduk dengan teratur, jadi kami masih bisa menyelip mencari tempat duduk yang kosong.

Sebenarnya saya tidak terlalu menangkap jalan cerita yang disampaikan. Tapi kayaknya sih ceritanya tentang perjalanan hidup seseorang dari kecil, remaja, dewasa, hingga akhirnya menikah lalu punya anak lagi. Bener ga sih kayak gini? Kalau ada yang tahu cerita benernyam tolong benerin ya 😀

IMG_5022

Pertunjukan ini hanya berlangsung sekitar 15  menit. Setelah ini, Vina menunjukkan kepada saya dan Nisa sebuah mangkok super besar di depan mall. Apa yang unik dari mangkok ini? Ternyata, jika kita berdiri berseberangan dengan teman kita, dan kita berbicara dengan suara pelan saja mendekat ke mangkok ini, kita dapat mendengar suara teman kita itu dengan jelas. Lumayan unik juga, padahal hanya menggunakan prinsip fisika sederhana 😀

Garden by the Bay

Tujuan terakhir hari ini adalah Garden by The Bay. Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 dan sebenarnya kami sudah sangat tepar. Tapi karena lagi-lagi Garden by The Bay ini terletak berdekatan dengan Marina Bay, jadi sekalian saja kita habiskan tujuan jalan-jalan hari ini.

Ternyata walaupun dekat, capek juga kalo berjalan kaki. Dan sayangnya, karena sudah terlalu malam, sulit sekali mencari angle yang bagus untuk berfoto sama pohon buatannya. Jadi saran saya kalau ke sini lebih baik saat masih ada matahari supaya bisa berfoto-foto dengan puas.

Akhirnya kami pun tidak lama di sini.

Restoran Arab Zamzam

Kami pun kembali ke hostel naik MRT dan Vina kembali ke kosannya di Jurong West (maaf ya, Vin, udah jauh, kemaleman pula >_<). Sekitar pukul 22.00 kami sudah tiba di daerah Bugis. Tapi saya merasa sangat kelaparan. Alhamdulillahnya lagi, karena hostel kami di Jalan Kubor ini dekat dengan Masjid Sultan, jadi banyaakk sekali restoran arab halal, bahkan ada restoran padang juga lho! Saya pun memutuskan masuk ke salah satu restoran Arab bernama Zamzam. Di sini saya makan martabak India. Harganya SGD 5, tapi porsinya guedeee banget. Porsi segini sih bisa buat 2 orang. Tapi karena kelaparan, habis juga :9 Keesokan harinya saat bertemu dengan teman saya yang satu lagi, Himawan, saya baru tahu kalau restoran Zamzam ini adalah restoran Arab paling terkenal seantero Sg 😛

Pukul 23.00 kami baru sampai kamar. Badan rasanya sudah remuk redam seharian ini (atau lebih tepatnya 2 hari ini). Selamat tidur…

*****

Berikut itinerary lengkap kami hari ini:

  • 04.30     Sampai Sg, menitipkan barang di hostel, ke Masjid Sultan
  • 05.30     Solat Subuh, tidur di masjid
  • 07.30     Terbangun, kembali ke hostel, mandi dan bersiap-siap
  • 10.00     Belanja oleh-oleh di Bugis Village
  • 12.00     Makan siang di McD di Bugis Junction
  • 13.00     Kembali ke hostel, check in, solat zuhur-ashar
  • 14.00     Ke Merlion Park
  • 15.00     Ke Esplanade
  • 16.00     Ke Singapore Flyer
  • 17.30     Ke Marina Bay Sands, naik ke lantai 56
  • 20.00     Turun dari lantai 56, menonton pertunjukan semacam Song of the Sea gratisan
  • 21.00     Ke Garden by The Bay
  • 22.00     Makan di restoran arab Zamzam
  • 23.00     Sampai di hostel