Halal in-Flights Meals Review (ANA, Korean Air, JAL)

Kali ini, saya ingin membagikan pengalaman saya mendapat pelayanan makanan halal di beberapa penerbangan yang pernah saya tumpangi dalam perjalanan saya bolak-balik Indonesia-Jepang. Semoga bisa bermanfaat 🙂

Dalam memilih flight yang akan saya tumpangi ke mana pun, hal pertama yang selalu saya pastikan adalah tentu saja ada tidaknya halal meals service. Perjalanan Indonesia-Jepang yang lama (kalau direct saja antara 7-8 jam, apalagi kalau tidak direct) akan lebih baik bagi kita untuk tetap mengisi tenaga selama di perjalanan. Sangat disayangkan, banyak saudara-saudara kita yang kurang ngeh dengan adanya fasilitas halal meals ini dan akibatnya menerima begitu saja makanan yang disediakan di dalam pesawat. Semoga kita tidak termasuk di antaranya ya, karena menjaga kehalalan makanan itu sangat penting bagi kesehatan, tidak semata-mata kesehatan jasmani, namun juga kesahatan rohani kita 🙂

Selama dua tahun saya tinggal di Jepang ini, 3x pulang terakhir, saya selalu cari tiket di http://www.onetravel.com berkat contekan salah seorang rekan di sini yang bilang bahwa dari website tersebut bisa dapet tiket muraahh banget tapi bukan low cost airlines 🙂 Sejauh ini Alhamdulillah memang benar adanya, saya dapat 3x tiket PP murah untuk penerbangan ANA (All Nippon Airways), Korean Air, dan JAL (Japan Airlines) ^_^/

Kalau ditanya kenapa tidak naik Air Asia saja yg memang terkenal murah, sebab, kalau naik Air Asia mostly harus nyari tiket dari jauh-jauh hari kalau mau dapat murah. Sementara dengan onetravel ini, 2x pulang yang terakhir saya beli tiketnya 1 bulan dan 3 minggu sebelum hari H, masih tetap banyak pilihan tiket murahnya. Lagipula, siapa yang nolak tiket murah dari pesawat non-low cost airlines kan?

Nah, langsung aja deh yuk saya ceritain review saya terhadap halal meals dari tiga penerbangan ini.

ANA

Selain melalui onetravel.com, sebenarnya kita juga dapat memperoleh tiket ANA murah dari webste ANA sendiri yaitu https://www.ana.co.jp/asw/wws/ind/e/ . Jika sudah masuk ke website tersebut, nanti setelah memillih keberangkatan dan tujuan tinggal klik “Economy (Discounted Fares)”.

Kembali lagi ke pengalaman saya memesan tiket melalui onetravel.com, saat pemesanan Alhamdulillah tidak ada masalah. ANA adalah company milik Jepang jadi saya tidak perlu transit di mana pun, alias langsung ke Jakarta. Saat memesan tiket ini, kita sebenarnya sudah dapat memilih special meals berupa Halal Meal, atau yang disebut MOML (Moslem Meal), namun kita tetap harus menghubungi langsung pihak layanan konsumen ANA dengan cara menelepon untuk memesan MOML secara official. Lihat keterangan lengkapnya di sini http://www.ana.co.jp/wws/us/e/asw_common/departure/inflight/spmeal/ .

Saat kepulangan pun tiba. Sesaat setelah semua penumpang sudah di dalam pesawat, para pramugari mendatangi beberapa penumpang yang teah memesan special meals sebelumnya, termasuk saya. Pramugari menanyakan apakah betul saya memesan MOML, lalu menempelkan stiker seperti ini di atas kursi saya.

Stiker penanda bagi penumpang yang memsan special meals

Stiker penanda bagi penumpang yang memesan special meals

Pada penerbangan ini, in-flight meals disediakan dua kali, beberapa saat setelah take off, dan beberapa saat sebelum landing. Makanan yang disediakan pertama kali adalah makanan lengkap seperti ini.

Penampakan awal

Penampakan awal makanan

Penampakan box utama

Penampakan box utama

Tersedia menu lengkap nasi-ayam-tumis buncis, seafood, kacang-kacangan, roti-butter puding, dan air mineral. Di gelas kosong di kanan atas akan disediakan soft drink sesuai pilihan kita. Alhamdulillah mengenyangkan dan secara rasa juga cocok dengan selera Indonesia. Selain ini, selama perjalanan, pramugari bolak-balik menawarkan minuman hangat maupun dingin jadi kita tidak perlu khawatir kehausan.

Kemudian sesaat sebelum mendarat, saya dibagikan lagi makanan, namun kali ini hanya berupa snack saja seperti ini.

Snack menjelang pendaratan

Snack menjelang pendaratan

Mohon maaf saya lupa isinya apa, tapi secara tekstur snack ini seperti panada kalau di Indonesia.

Lalu saat hendak kembali ke Jepang, sama seperti saat pulang, saya mendapat makanan dua kali. Menu lengkapnya adalah kentang, scrambled-egg, brokoli, jamur, buah-buahan, roti dan butter, yogurt Meiji, jus jeruk, dan soft drink pilihan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan saat boxnya dibuka

Penampakan saat boxnya dibuka

Karena saya berangkat dari Indonesia malam hari, saya sampai di Jepang pagi hari, jadi menu kedua yang merupakan snack sebelum pendaratan berfungsi juga sebagai sarapan. Kali ini, saya mendapat sandwhich ikan dan air mineral seperti ini.

Menu sarapan

Menu sarapan

Sayang sekali, untuk menu kali ini agak mengecewakan. Rotinya agak dingin dan keras, ikannya pun masih banyak durinya, jadi susah sekali makannya sambil beberapa kali membuang duri dari mulut. Lalu rasanya sangat pedas >_< FYI, saya penggemar makanan pedas, jadi kalau saya bilang suatu makanan pedas, itu berarti pedas banget. Dan benar saja, saat sampai di apartemen kembali di Jepang, saya langsung diare karena pagi-pagi sudah makan makanan pedas 😦

Korean Air

Kepulangan kali ini merupakan kepulangan yang saya tunggu-tunggu karena penerbangannya yang sangat spesial, yaitu Korean Air!! Kenapa spesial? Tentu saja, karena Korean Air merupakan company milik Korea, itu artinya saya akan transit di Korea! Yeaahh!! ^_^/

Yang membuat lebih spesial lagi adalah, dalam perjalanan pulang ke Indonesia, saya kebagian transit selama 6 jam. Jika bagi sebagian orang transit 6 jam itu membosankan, tidak bagi saya 🙂 Apalagi kali ini saya akan transit di Incheon Airport, salah satu bandara terbaik di dunia.

Nah cerita lengkap tentang transit ini akan saya ceritakan secara terpisah, because it worth one whole post for itself 😀 Sekarang, back to topic, saya hanya akan menceritakan makanan halal yang disediakan Korean Air.

Sama seperti ANA, kita harus menelepon ke layanan konsumen Korean Air untuk memesan Halal Meal secara official. Lihat info lengkapnya di sini https://www.koreanair.com/content/koreanair/global/en/traveling/classes-of-service.html#_ .

Kesan pertama saya terhadap Korean Air adalah pesawat tercantik yang pernah saya naiki. Am I too biased? >_< But, seriously, desain interiornya membawa kesan hangat dengan perpaduan warna biru dan putih, seragam pramugarinya juga cantik banget kombinasi warna biru mudah-putih dan ada hiasan di kepala pramugarinya seperti set pakaian Hanbok. Pokoknya rasanya Korea banget dan membuat kita siap buat istirahat sepanjang perjalanan karena suasana nyaman yang terbangun dari kombinasi warnanya 😀

Karena saya nggak enak kalau ngefoto pramugarinya, saya ngefoto layar di tv di depan kursi saya saja.

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Kira-kira seperti ini seragam pramugarinya

Seperti saat menaiki ANA, sesaat setelah naik ke pesawat, saya juga didatangi seorang pramugari yang memastikan apakah benar saya memesan halal meal (juga disebut MOML di sini). Kemudian kursi saya juga ditempeli stiker. Penerbangan pertama ini akan membawa saya dari Jepang menuju Seoul Incheon terlebih dahulu. Karena perjalanan hanya berlangsung 2 jam, saya hanya disuguhkan satu kali makan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Penampakan isi box utama

Penampakan isi box utama

Menu utama ini berisi nasi dengan taburan kismis dan kacang mete, kari ayam, kemudian yang di sebelah kiri itu saya lupa apa 😀 , puding, air mineral, roti-butter, dan green tea.

Penerbangan berikutnya dari Seoul Incheon ke Jakarta berlangsung sekitar 9 jam. Kali ini saya mendapat makanan agak lebih banyak. Pertama, saya mendapat makan set lengkap seperti sebelumnya.

Penampakan awal

Penampakan awal

Setelah boxnya dibuka

Setelah boxnya dibuka

Kali ini saya mendapat nasi briyani, kari daging sapi, brokoli-wortel rebus, salad, buah, yogurt, air mineral, jus, dan roti-butter. Tidak berapa lama kemudian saya mendapat cheesecake seperti ini.

IMG_2082

Alhamdulillah kenyang banget. Saatnya tidur nonton film gratis. FYI, saya jarang tidur sejauh apa pun perjalanan, karena rasanya sayang sudah bayar mahal kalau in-flight entertainment-nya tidak dinikmati dengan maksimal 😀

Kemudian, sesaat sebelum mendarat, saya dapat snack yang sebenarnya cukup besar untuk dikategorikan sebagai snack >_<

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Semacam sandwhich berisi sayuran dan lupa apa lagi

Saat perjalanan kembali dari Indonesia, saya rupanya tidak memfoto makanan yang saya terima. Tapi komposisinya masih sama, saat perjalanan Jakarta-Seoul Incheon, saya mendapat dua set makanan, serta perjalanan Seoul Incheon-Tokyo satu set makanan. Nah tapi ada yang sedikit insiden dari perjalanan saya dari Seoul ke Tokyo.

Jadi ceritanya waktu transit saya kali ini hanya 1 jam. Sebenarnya, waktu ini cukup unntuk turun dari pesawat, melewati imigrasi, lalu langsung check in untuk penerbangan berikutnya. Sayangnya, pesawat saya dari Indonesia agak terlambat dari schedule sampai di Seoul-nya. Akibatnya, begitu turun dari pesawat, saya langsung didatangi petugas bandara yang menyampaikan bahwa saya dipindahkan ke penerbangan berikutnya yang menuju Jakarta karena penerbangan yang seharusnya saya naiki sudah tidak mungkin saya kejar. Kemudian saya pun menerima boarding pass baru dan di boarding pass tersebut tertulis “MOML ok”. Dari situ saya berpikir bahwa tidak akan ada masalah dengan makanan yang sudah saya pesan. Saya pun melewati imigrasi dan check in seperti biasa.

Ketika menaiki pesawat, saya heran karena tidak ada pramugari yang mendatangi saya seperti biasa. Saya mulai curiga. Dan benar saja, saat tiba saatnya makanan dibagikan, pramugari langsung memberikan saya makanan yang sama dengan penumpang lain. Kemudian saya bilang bahwa saya sudah memsan MOML, dan saya juga menceritakan perubahan penerbangan yang saya alami serta boarding pass baru yang saya terima. Rupanya benar saja, MOML saya tidak sampai ke penerbangan ini.

Para pramugari Korean Air sangat merasa bersalah dan berkali-kali meminta maaf ke saya. Bahkan (yang sepertinya) head pramugari sampai mendatangi saya dan minta maaf juga. Alhamdulillah karena penerbangan ini hanya 2 jam, dan sebelumnya saya juga sudah cukup kenyang, saya merasa tidak terlalu bermasalah atau pun kelaparan. Dan saya juga sangat menghargai itikad mereka yang sampai meminta maaf berkali-kali. Lalu sebagai gantinya, saya diberikan banyak sekali cemilan (berkali-kali lipat dari penumpang lainnya), yang insya Allah bisa dimakan berdasarkan daftar ingredients di bungkusnya. Jadi secara umum, saya tidak terlalu merasa dirugikan.

JAL

Alhamdulillah, lebaran kemarin (17 Juli 2015) saya dan suami berkesempatan pulang ke Indonesia. Masih melalui onetravel.com, sekitar 2 minggu sebelum kepulangan, kami masih mendapat tiket yang sangat murah. Malahan paling murah di antara 3 penerbangan ini.

Pada saat keberangkatan dari Jepang ke Indonesia, kami mendapat dua set makanan juga, makanan utama dan snack. Tapi ternyata saya lupa ngefoto snack-nya apa. Jadi ini foto makanan utamanya aja ya. hehe

IMG_2587

IMG_2588

Menu kali ini berupa nasi kuning, rebusan sayur-sayuran, ikan rebus, roti, buah, beberapa jenis salad, soft drink pilihan, dan air mineral. Secara rasa agak standar sih sebenarnya, tapi Alhamdulillah yang penting halal dan insya Allah sehat 🙂

Kebiasaan saya saat makanan telah dibagikan ke semua penumpang, saya sering memperhatikan makanan yang diterima penumpang lain. Saat itu, saya melihat penumpang dengan makanan non-halal, selain menerima set makanan lengkap seperti yang kami terima, mereka juga mendapat ice cream hagen dazs. Menurut saya, tumben sekali penumpang tidk mendapat jumlah makanan yang sama. Normalnya, meskipun jenis makana berbeda (halal dan non-halal), semua penumpang mendapat varian yang sama, misal jika penumpang non-halal mendapat dessert, penumpang yg memesan halal meal akan mendapat dessert lain yang halal. Karena penasaran (plus saya memang kepingin makan ice cream), saya pun bertanya ke salah seorang pramugari, mengapa kami tidak mendapat ice cream. Ternyata menurut pramugari tsb, ice cream ini memang tidak termasuk di set menu kami. Meskipun sedikit kecewa, kami pun merelakan saja, mungkin ice cream tsb tidak halal.

Eh tidak berapa lama kemudian, pramugari yang sama datang ke kursi kami dan memberikan 2 ice cream hagen dazs karena ada penumpang yang menolak jatahnya. Alhamdulillah, berdasarkan ingredients ice cream-nya bisa dimakan. Ternyata, memang tidak salah ya pepatah malu bertanya sesat di jalan. Lebih baik malu-maluin (dengan minta makanan) yang penting tidak tersesat kenyang deh 😛

Di perjalanan pulang, herannya kami hanya mendapat satu set makan. Mungkin karena penerbangan kami yang take off hampir tengah malam, diasumsikan penumpang langsung ingin beristirahat di pesawat. Padahal menurut saya sebaiknya tetap diberikan minimal satu jenis snack.

Sesaat sebelum sampai di Jepang, kami mendapat set menu lengkap yang berfungsi sebagai sarapan.

Penampakan awal

Penampakan awal

Box makanan utama

Box makanan utama

Di set ini kami mendapat nasi goreng, daging-bumbu kacang yang rasanya seperti sate tapi tanpa tusukan, sawi rebus, roti-butter, yakult Indonesia, soft drink pilihan, buah, puding, salad tomat-ikan. Alhamdulillah semuanya enak dan pas untuk sarapan 🙂

*****

Dari ketiga penerbangan ini, kalau disuruh memilih, secara rasa dan jumlah makanan saya paling suka Korean Air. Namun sayangnya, karena harus transit di Korea, perjalanan terasa lama sekali. Kalau antara ANA dan JAL yang direct ke Indonesia, saya lebih memilih ANA karena makanannya yang lebih banyak. Hehe..

Secara umum, saya sangat merekomendasikan menggunakan onetravel.com karena tidak perlu cari tiket jauh-jauh hari untuk dapat tiket murah. Memang tergantung keberuntungan juga sih, bisa saja kalau mepet-mepet keberangkatan, tiket berharga murah tsb sudah habis.

Nah, selamat bepergian, have a safe flight, dan tidak lupa untuk tetap mempraktikkan syariat-Nya di mana pun kita berada 🙂

Advertisements

From Japan to Korea – The Preparation

Yuhuu!! Mari melanjutkan cerita “Persiapan Jalan-jalan ke Korea dari Jepang”.

Setelah kemarin saya membagikan tips jalan-jalan mendadak bagi traveler independen, sekarang saatnya saya mempraktikkan apa yang sudah saya tuliskan tersebut. 😀

Pembuatan Visa

Yup, pertama-tama, saya memastikan apakah saya perlu visa untuk bepergian ke Korea dari Jepang. Kebetulan ada dua orang teman saya yang sudah terlebih dahulu traveling ke Korea dari Jepang dalam waktu yang berbeda. Saya pun bertanya kepada mereka, dan ternyata memang sebagai warga negara Indonesia, kita belum dipercaya sama pemerintah Korea wajib membuat visa jika akan mengunjungi Korea.

Nah, mengenai persyaratan dokumennya, ternyata kedua teman saya ini memberikan jawaban berbeda. Ada yang bilang butuh dokumen A, sementara yang satu lagi bilang tidak mengumpulkan yang A, melainkan hanya yang B, dan seterusnya. Karena ragu, saya memutuskan menelepon langsung South Korea Embassy in Japan. Ini link website-nya http://south-korea.visahq.jp/embassy/japan/.

Telepon saya disambut oleh seorang mbak-mbak berbahasa Korea. Langsung saja saya balas dengan bahasa Inggris, dan ternyata bahasa Inggris si mbak cukup lancar walaupun aksennya agak susah didengar (khas orang Korea). Untuk memastikan, sekali lagi saya bertanya apakah saya butuh visa jika ingin jalan-jalan di Korea. Si mbak menanyakan kewarganegaraan saya, dan mengatakan bahwa memang saya butuh visa.

Lalu saya menanyakan dokumen apa saja yang harus saya bawa ke sana saat apply visa. Menurut si mbak, kita hanya perlu membawa dokumen sebagai berikut:

  1. Alien card (atau sekarang namanya sudah menjadi Resident Card), dan fotocopy-nya bolak-balik
  2. Pasfoto ukuran 3,5cm x 4,5cm
  3. Passport
  4. Uang sebesar 4400 yen

Kemudian ia juga menambahkan informasi bahwa pengumpulan dokumen aplikasi visa dapat dilakukan setiap hari Senin-Jumat pukul 09.00-11.00, sedangkan pengambilan visanya pada pukul 13.30-16.00, dan proses pembuatan visa ini hanya membutuhkan waktu 3 hari! Cepat sekali ya 🙂

Kemudian mengenai formulir aplikasi visa yang harus diisi, saya meminta teman saya untuk mengirimkan softcopy-nya. Namun tidak perlu khawatir, form ini hanya terdiri dari 1 halaman, dan sebenarnya bisa diisikan langsung di sana saat mengumpulkan dokumen di atas. Hanya saja persiapkan info di bawah ini sebelum mengisi formulir:

  1. Nama penginapan di Korea, alamat, dan nomor telepon. Mungkin sebaiknya tetap jaga-jaga membawa bukti booking penginapan tersebut walaupun tidak diminta.
  2. Jika menginap di teman seperti saya, catat tanggal lahir teman, alamat, dan nomor teleponnya. Kemarin saya membawa scan alien card teman saya dan surat undangan darinya. Namun lagi-lagi dokumen ini tidak diminta.

Nah, berbeda sekali dengan proses aplikasi visa ke Korea jika dari Indonesia, kan? >_< Saya sama sekali tidak perlu membawa bukti pemesanan tiket, bukti booking hotel, rekening koran 3 bulan terakhir, dan lain-lain. Namun kemarin, untuk berjaga-jaga saya tetap membawa dokumen-dokumen ini (bukti pemesanan tiket, rekening koran 3 bulan terakhir), yang pada akhirnya memang benar-benar tidak diminta 😀

Tempat Tinggal

Yosh, urusan visa beres, sekarang mari mencari tempat bernaung 😀

Masih di hari yang sama dengan datangnya ilham untuk jalan-jalan ke Korea ini (Kamis, 17 April 2014), saya menghubungi teman saya, Aulia, yang tinggal di Seoul (tepatnya Incheon). Namun sayang sekali saat Golden Week, kebetulan sekali orang tua Aul bakal datang juga ke Korea, jadi ia tidak bisa menemani jalan-jalan 😦

Alhamdulillah, masih ada seorang teman lagi yang sedang kuliah di Korea, ia adalah Millaty. Ketika saya menanyakan agenda Golden Week-nya, dan mengutarakan keinginan saya ke sana, tidak disangka-sangka, Mil mau memberikan tumpangan, membantu menyusun itinerary, dan menemani jalan-jalan! Wah, sepertinya, mimpi mengunjungi negara asal kpop dan variety show yang sering saya tonton ini sudah di depan mata! >_< 😀

Tiket Pesawat

Alhamdulillah, ternyata pengurusan visa tidak sulit, dan insya Allah sudah mendapat tempat tinggal. Sekarang saatnya berburu tiket murah!!

Terdapat beberapa maskapai penerbangan yang melayani rute Jepang-Korea. Yuk kita bahas satu per satu.

  1. Peach Airhttp://www.flypeach.com/home.aspx. Maskapai ini basisnya di Kansai Int’l Airport, Osaka. Sayang sekali untuk penerbangan ke Korea, tidak ada yang berangkat dari Tokyo. Alhasil saya tidak memilih maskapai ini. Namun seorang teman saya yang pernah naik ini, ia booking tiketnya beberapa bulan sebelum berangkat (tidak seperti saya yang mendadak), dapat tiket seharga 10.000 yen PP.
  2. Asiana Airlines. Entah kenapa saya tidak menemukan direct link websitenya Asiana ini. Alhasil saya cuma seraching-searching via google, dan ketika itu tiket PP Tokyo-Seoul sekitar 35.000 yen PP, namun jam penerbangannya tidak pas dengan jadwal saya. Sehingga saya pun tidak memilih maskapai ini.
  3. Korean Air. https://www.koreanair.com/. Korean Air ini sebenarnya bukan low cost airlines, tapi ada kemungkinan dapat tiket murah kok. Beberapa rekan saya pernah menggunakan ini untuk pulang ke Indonesia dari Jepang. Alasannya supaya bisa transit di Korea 😀 Pengalaman seorang rekan, beliau pernah transit di Korea semalam, dan bisa jalan-jalan di luar bandara tanpa perlu visa. Tapi mesti dikonfirm lebih detail lagi sih ini gimana mekanismenya. Waktu saya kemarin searching tiket pesawat, saya tidak menemukan tiket yang murah, mungkin karena dekat dengan hari keberangkatan momen Golden Week kali ya..
  4. Nah akhirnya pilihan saya jatuh ke Jeju Air (http://www.jejuair.net/jejuair/ko_EN/main/main.jsp), yang brand ambassadornya adalah Lee Min Ho 😀 Waktu itu saya dapat tiket seharga kurang lebih 35.000 yen PP, sudah termasuk airport tax dan bagasi 20 kg. Saya pilih maskapai ini karena meskipun harga tiketnya kurang lebih sama dengan Asiana, tapi jam terbangnya sesuai dengan jadwal saya. Berangkat ke Seoul hari Jumat, 2 Mei 2014 pukul 18.30, dan kembali ke Tokyo hari Selasa, 6 Mei 2014 pukul 15.05.

Itinerary

Alhamdulillah urusan basic dari sebuah perjalanan sudah selesai (visa, tempat tinggal, tiket), sekarang saatnya menentukan rencana jalan-jalan 😀

Oh iya, ada yang lupa saya ceritakan. Karena keputusan jalan-jalan saya ini mendadak, saya tidak menemukan teman yang bisa menemani jalan-jalan. Tentu saja suami saya mau sebenarnya, namun apa daya saat ini kita terpisah oleh ruang yang begitu jauh 😀 Jadi saya akan berangkat dari dan pulang ke Jepang sendirian, di Koreanya saja yang ditemani Mil jalan-jalannya 😀 This was officially my first time traveling abroad alone! I was sooo excited!

Karena waktu jalan-jalan yang singkat, dan saya pun tidak bersama suami saya sementara saya tidak ingin meninggalkannya mengeksplorasi Korea sendirian, saya memutuskan tidak berjalan-jalan ke tempat yang jauh seperti Nami Island, Busan, Jeju Island, dan lain-lain. Selain itu waktu liburan ini juga singkat dan terjepit kesibukan saya lainnya. Pada hari keberangkatan, paginya saya masih ada kuliah 😛 dan pada hari kepulangan, besoknya saya sudah harus ke lab lagi. Jadi kali ini saya ingin jalan-jalan santai saja mengeksplorasi kota Seoul sambil napak tilas lokasi-lokasi yang pernah dipakai filming Running Man. Hehehe 😀

Total waktu jalan-jalan saya adalah 3,5 hari, karena itu saya membaginya sebagai berikut:

  1. Seoul Iconic Landmark, seperti Gyeoungbokgung Palace, National Folk Museum, Gwanghwamun street, Cheongyecheon river, Itaewon, dan berakhir di Namsan Tower
  2. Seoul Sightseeing Place, seperti Bucheon Ecological Park, Hongdae, Seoul World Cup Stadium, Bukcheon Hanok Village, serta Han river
  3. Seoul Shopping Paradise, seperti Myeongdong, Insadong, dan Gangnam, ditambah iseng main ke Kantor SBS Mokdong
  4. Hari terakhir buat jaga-jaga kalo ada tempat yang belum sempet dikungjungi di 3 hari sebelumnya 😀

Well, sebenernya banyaakk banget tempat-tempat menarik lain buat dikunjungi kalau ke Seoul. Namun untuk kali ini, saya rasa tempat-tempat di atas sudah dapat mewakili tempat-tempat lainnya, karena kebanyakan beberapa tempat lain memiliki konten yang serupa dengan yang di atas.

Sayang sekali saya tidak memiliki waktu untuk main-main di amusement park seperti Everland atau Lotte World, secara untuk dapat puas mengunjungi tempat seperti ini butuh waktu satu hari penuh, dan saya merasa sayang kalau satu hari hanya dihabiskan di amusement park sementara masih banyak tempat lain yang ingin saya lihat di Seoul 🙂

Insya Allah beberapa tempat yang belum sempat saya kunjungi ini, saya simpan untuk kunjungan ke Korea berikutnya bersama suami. Aamiin 🙂

*****

Alhamdulillah semua proses persiapan ini begitu cepat dan lancar. Kalau mau dibikin timeline, kira-kira seperti ini:

  • Kamis, 17 April 2014: mendapat ilham untuk ke Korea, mencari teman yang mau memberikan tumpangan
  • Jumat, 18 April 2014: menelepon kedubes Korea dan bertanya tentang proses aplikasi visa, membeli tiket secara online
  • Rabu, 23 April 2014: ke kedubes Korea di Tokyo untuk apply visa
  • Rabu, 30 April 2014: kembali ke kedubes Korea untuk ambil visa yang sudah jadi (sebenarnya visa saya sudah jadi hari Jumat 25 April, namun saya hanya punya waktu ke Tokyo hari Rabu karena pada hari tersebut saya tidak ada jadwal kuliah)
  • Jumat, 2 Mei 2014: berangkaatt!!!

Nantikan cerita jalan-jalan saya di Seoul selanjutnya!

IMG_4462