Trip to KL-Singapore Day #6 dan #7: Foto..Foto..dan Foto..

Hari ini tujuan utama kami cuma Orchard Road dan Clark Quay, karena itu kemarin kami sempat meminta saran tempat-tempat yang oke buat jalan-jalan ke Kak Gunawan. Dari Kak Gun, kami dapat saran untuk ke Chinese Garden dan Botanic Garden karena dua tempat itu bagus buat foto-foto.

Namun kami merasa foto-foto kami di Merlion Park 2 hari lalu kurang memuaskan karena saat itu banyak angin, terlalu ramai oleh turis, ditambah lagi hujan. Jadi pagi ini kami berencana mengawali dengan foto-foto ulang di Merlion Park.

Benar saja, saat pagi ini sekitar jam 10.00, Merlion Park masih sepi. Hanya ada segelintir turis termasuk kami. Maka kami pun puas sekali mengambil foto dengan angle-angle yang jauh lebih bagus 😀

IMG_5322

berkat keahlian Nisa, sempat kefoto pas ada kapal lewat 😀

IMG_5318

bisa foto sama Merlion tanpa tiupan angin heboh yang bikin berantakan jilbab 😛

Chinese Garden

Pukul 11.00 matahari mulai memanas, kami pun segera menuju chinese garden menggunakan MRT turun di station “Chinese Garden”. Ternyata chinese garden sangat jauh dari daerah merlion dkk, pukul 11.45 kami baru sampe di sana dan saat itu matahari sudah sangaaattttt di atas kepala. Panas banget T_T Jadi saya sarankan, kalau mau ke chinese garden, mendingan pagi sekitar jam 8 atau sore sekitar jam 4 karena matahari sudah tidak terlalu terik.

Jadi sebenarnya chinese garden ini terdiri dari 2 areal, yaitu chinese garden dan japanese garden. Dan benar saja, banyak sekali spot-spot cantik untuk berfoto di sini. Benar-benar seperti berada di dataran china dengan taman rumput yang hijau asri dan patung-patung serta bangunan berciri khas china. Katanya biasanya banyak yang berolahraga di sini. Namun saat kami datang, tamannya sepi-sepi aja tuh. Mungkin karena udah terlalu siang kali ya? 😀

IMG_5332

IMG_5340

IMG_5358

kayak tempat syutingnya Kungfu Panda ya

Sebenarnya kami belum sempet mengelilingi seluruh areal ini, namun karena sudah terlalu panas, pukul 13.30 kami menyudahi sesi foto-foto di sini 😀

Agenda selanjutnya adalah meet up with Himawan lagi di Orchard Road. Karena posisi kami dari chinese garden, yang mana berada di tengah-tengah antara tempat tinggal Himawan dan Orchard Road, Himawan menyarankan untuk bertemu di Yuhua Village Market yang berada di dekat Chinese Garden. Yuhua Village Market adalah pusat perbelanjaan seperti pasar yang menjual macam-macam barang (ya selayaknya pasar lah..) seperti alat-alat rumah tangga, pakaian, dan ada juga food court. Kami pun menunggu Himawan sambil makan siang di food court tersebut.

Food court ini cukup luas. Tapi dari sekian banyak stall yang berjualan, hanya ada 2 stall yang menjual makanan halal, dan salah satunya tutup -_-” Kami pun tidak punya pilihan lain selain ke salah satunya yang buka itu. Di sini kami membeli nasi goreng, haha.. Untung rasanya cukup enak..

Karena setelah kami selesai makan Himawan tidak kunjung datang juga, akhirnya kami memutuskan langsung bertemu di Orchard Road saja. Kami pun ke Orchard Road dengan naik bus, dan ternyata perjalanan juga sangat jauh. Kami (saya dan Nisa) pun sempet tertidur di bus.

Orchard Road

Sekitar setengah jam kemudian kami pun sampai di Orchard Road. Saat itu waktu menunjukkan pukul 14.30. Himawan belum sampai di Orchard Road, dan saat itu saya sangat kebelet buang air kecil, maka kami pun keliling-keliling dari satu mall ke mall lain untuk mencari toilet. Kenapa keliling-keliling? Well, sebenernya di setiap mall pasti ada toilet, sih. Tapi saya nyari toilet yang ada semprotan airnya (Indonesia banget :P) dan tidak juga ketemu-ketemu sampe sekitar setengah jam! Semuanya toilet kering! Hahaha..belum pernah saya nahan BAK selama ini >_<

Sambil menunggu Himawan, kami pun berjalan-jalan di mall ini. Ternyata, semuanya merupakan barang-barang yang terbeli oleh budget kami. Haha. Sebenernya saya memang lagi ga niat belanja apa pun sih, tapi kalo nemu barang lucu pengen juga beli. Taunya barang-barang yang saya anggap lucu harganya mahal-mahal semua. Huhu. Lain kali aja deh belinya kalo jalan-jalan ke sini sama emak >_<

Dan akhirnya jam 15.30 Himawan datang juga. Rupanya dia ketiduran tadi, haha. Kami pun berpindah ke mall lain yaitu Takashimaya. Di depan Takashimaya ini ada kakek penjual es krim yang legendaris itu. Tapi sayangnya saya sama sekali ga kepikiran buat ngefoto si kakek dan gerobak es krimnya gara-gara udah keburu kepanasan dan ingin menyantap es krim tersebut.

Buat yang sering ngomongin es krim orchard road, sebenernya ga ada yang istimewa-istimewa banget sih. Hanya sebongkah es krim Wall’s berbagai rasa yang diapit oleh selembar roti tawar. Yampuun, kayak tukang es puter yang biasa lewat depan rumah kan? Tapi katanya sih si kakek itu udah jualan di situ dari jaman dahulu kala. CMIIW..

Karena ga bisa beli apa-apa di sini, foto-foto aja deh 😛

DSCN4920

Puas foto-foto (bukan belanja ya :P), kami solat dulu di Masjid di Orchard Road sini, namanya Masjid Al Falah. Alhamdulillah karena jalan-jalan sama temen yang orang sini, jadi bisa solat di tempat yang proper..

IMG_5383

Botanic Garden

Pukul 16.30 kami putuskan segera menuju Botanic Garden karena kami (lagi-lagi) mau foto-foto di sana dan takut keburu gelap 😛 Dari Orchard Road ke Botanic Garden kami naik bus. Perjalanan memakan waktu sekitar 15 menit.

Botanic Garden ini sama seperti Chinese Garden tadi. Sebuah areal luas yang ditanami tanaman-tanaman tropis dengan banyak spot-spot untuk istirahat dan olahraga. Karena saat ini sudah sore, matahari sudah tidak panas lagi, banyak sekali warga Singapore yang jogging di sini. Sementara kami ya cuma hunting foto aja di sini 😛

IMG_5384

IMG_5422

Thx to Himawan sebagai fotografer dadakan :D

Thx to Himawan sebagai fotografer dadakan 😀

Clark Quay

Tujuan terakhir hari ini adalah Clark Quay. Memang Clark Quay paling tepat dikunjungi saat malam hari karena lampunya yang indah-indah. Sebenernya saya dan Nisa sudah sangat tepar, tapi tanggung lah, udah jauh-jauh sampe Singapore, sekalian kita habisin semua tempat-tempat hari ini.

Nah Clark Quay ini sendiri merupakan tempat hang-out agak mirip PVJ gitu kali ya kalau di Bandung. Tapi kalau Clark Quay ini bukan mall, melainkan suatu areal yang ada restoran-restoran, bar-bar, serta toko-toko fashion. Sebenernya saya agak serem sih jalan-jalan di sini, soalnya kayak bukan tempat baik-baik gitu secara yang dijual ya bir, alkohol, wine. Trus ada salah satu restoran yang mbak2 waitressnya bajunya seksi banget >_< Jadi kami tidak lama di sini, lagi-lagi cuma foto-foto dan sempat jajan es krim Turki yang kalo beli dikerjain dulu itu 😀 Sambil makan es krim, kami cuma menikmati keindahan lampu-lampu dari pinggir sungai.

*****

Tak seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pukul 20.30 kami sudah memutuskan kembali ke hostel karena besok pagi-pagi sekali kami sudah harus check out dan malam ini kami harus membereskan barang-barang. Namun ada satu hal yang belum kesampean yaitu mencicipi gorengan halal bernama “Old-Chang-Ke” yang direkomendasikan Kak Ichoet yang baru saja ke Singapore seminggu sebelum saya ke sini. Saya pun mengutarakan keinginan ini ke Himawan, dan tanpa disangka, salah satu stall Old-Chang-Ke ada di stasiun MRT Bugis yang selama ini kami lewati tiap pulang dan pergi. Jadilah sebelum pulang kami mampir ke situ dulu.

Gorengan Old-Chang-Ke ini banyak sekali macamnya, antara lain udang, ayam, cumi, ikan, sayuran, semuanya digoreng tepung. Sama aja kan sama yang biasa kita goreng di rumah? Tapi memang rasanya enaaakk banget, dan stall-nya higienis, petugas yang menggoreng dengan petugas yang di bagian kasir dibedakan orangnya serta berseragam layaknya koki, sehingga kami benar-benar merasa makanannya terjaga kebersihannya. Dan yang paling penting, sertifikasi halal dipajang gede-gede di dindingnya 🙂

Berikut itinerary kami hari ini:

  • 10.00     Foto-foto di Merlion Park
  • 11.00      Menuju Chinese Garden
  • 13.30      Makan di Yuhua Village Market
  • 14.30      Jalan-jalan di Orchard Road
  • 16.30      Menuju Botanic Garden
  • 16.45      Jalan-jalan di Botanic Garden
  • 18.30      Menuju Clark Quay
  • 19.00      Jalan-jalan di Clark Quay
  • 20.30     Menuju Bugis
  • 21.00      Sampai di stasiun MRT Bugis, jajan Old-Chang-Ke
  • 22.00     Makan malam nasi Briyani di restoran Arab dekat hostel
  • 22.30     Sampai hostel

*****

See you next time, Singapore!

Hari ini, Rabu, 21 November 2012, pesawat kami akan take-off pukul 10.00 waktu Singapore. Maka pukul 07.30 kami sudah check out dari hostel.

di depan hostel

di depan hostel

Untuk menuju bandara Changi sangaatt mudah. Kalau dari Bugis sih tinggal naik MRT line yang warna hijau sampe stasiun terakhir yaitu Changi Airport. Saat kami naik MRT, banyak sekali penumpang lain yang juga membawa koper atau backpack. Pastilah mereka hendak menuju Changi juga seperti kami. Perjalanan dengan MRT memakan waktu hanya 45 menit. Namun karena biasanya ke mana-mana cuma 2 menit, 10 menit, 15 menit, perjalanan 45 menit ini terasa sangat jauh. Mungkin kalau di Jakarta, ini jaraknya sama dengan 2 jam kalau naik mobil kali ya..

Pukul 08.15 kami sampai di bandara. Ga enaknya low cost airlines, tempat check in-nya di ujung yang paling jauh dari pintu masuk. Ketika check in, ternyata koper saya hanya sekitar 12 kg, dan Nisa mungkin 14 kg. Padahal kami sudah memesan bagasi hingga 20 kg. Tau gini kami memesan bagasi yang 15 kg saja. Jadi saran saya, jika memang tidak terlalu berniat belanja di Singapore ataupun KL, pesan bagasi yang 15 kg saja supaya tidak mubazir.

Seperti biasa, setelah check in, kami menuju konter imigrasi. Potongan kertas yang diberikan saat imigrasi masuk Singapore dulu jangan sampai hilang ya, karena akan diminta lagi saat keluar ini. Setelah imigrasi, kami langsung menuju ruang tunggu dan menunggu dengan santai. Tak berapa lama kemudian, kami pun dipanggil untuk boarding.

Dengan ini, secara resmi berakhirlah jalan-jalan saya ke KL dan Sg. Alhamdulillah semua rencana dan berjalan dengan lancar dan diberikan keselamatan oleh Allah SWT. Semoga di masa yang akan datang, saat udah punya uang sendiri yang lebih banyak 😛 bisa jalan-jalan lagi ke sini. Aamiin..

See you next time, Singapore! ^_^d

Advertisements

Trip to KL-Singapore Day #5 : Tiba-tiba udah jam segini aja..

Setelah dua hari kemarin kami berdua cukup tepar dengan perjalanan dari Malaysia ke Singapore, akhirnya malam ini kami bisa beristirahat dengan proper. Di dalam dorm kami yang berisi 4 kasur, hanya ada 1 orang lagi yang menginap, yaitu seorang mbak2 dari Filipina. Kami hanya sempat mengobrol saat kemarin menaruh barang-barang di kamar sebelum berjalan-jalan. Semalam saat kami pulang, si mbak belum pulang. Dan saat pagi ini kami terbangun, si mbak belum bangun.

Kami pun sarapan sekitar jam 7 di dapur hostel. Tersedia roti, mentega, selai, teh, serta kopi dan gula. Bedanya hostel dengan hotel adalah, di hostel kami harus mencuci peralatan dapur yang sudah kami gunakan. Oleh sebab itu, saya dan nisa hanya menggunakan 1 gelas dan 1 piring bersama-sama supaya tidak banyak cucian. Hehe. Btw, saya perhatikan, roti yang disediakan yang ada logo halal Singapore-nya, lho. Alhamdulillah 🙂

Selesai sarapan, kami langsung mandi dan berganti pakaian. Saat kami bersiap-siap, mbak Filipin itu terbangun. Kami pun mengobrol sambil bersiap-siap. Orangnya ramah sekali. Ternyata dia adalah seorang travel agent. Dia memberikan saya kartu namanya. Dari situ saya lihat kantor tempat dia bekerja punya cabang di Surabaya.

Saat hendak meninggalkan kamar, saya mengabsen barang-barang yang saya bawa supaya tidak ada yang tertinggal. Saat itu saya berkata, “Pasport, dompet, topi, kacamata item, payung….” Lalu tiba-tiba si mbak memotong pembicaraan saya, “Payung is umbrella, right?” Saya dan Nisa sangat kaget. “Oh yes, how did you know that?” kata saya. “Indonesia and Philippine have some words that are similar,” katanya. Wah saya baru tahu. Surprise banget kata-kata yang sama adalah “payung”, di mana saya mengira “payung” bukan kata serapan.

Baiklah itu sekedar intermezzo 😀

Mustafa Center

Pukul 08.30 kami cabut dari hostel. Tujuan perama kami hari ini adalah Mustafa Center.

DSCN4861

Mustafa center ini adalah pusat membeli belah kalo dalam bahasa Melayu 😀 Maksudnya adalah bentuknya seperti hypermart dan macem-macem barang dijual di sini, mulai dari alat elektronik, jam tangan, souvenir, coklat, dan yang terutama, bahan-bahan rumah tangga yang berasal dari India.

Awalnya kami hanya ingin membeli coklat berbentuk Merlion di sini, namun ternyata melihat-lihat produk India sangat menarik, sehingga kami menghabiskan waktu agak lama di sini. Kami pun berniat membeli satu makanan dari India yang ada logo halalnya. Setelah berputar-putar mencari ga nemu-nemu, akhirnya di pojokan lorong paling jauh, kami menemukan cup noodle (atau lebih tempatnya bowl noodle) dengan rasa tom yun dan kari yang ada logo halalnya. Lumayan, buat sarapan 2 hari ke depan 🙂

DSCN4907

Bugis Junction – Seoul Garden

Dari Mustafa Center, kami kembali ke Bugis Junction untuk bertemu dengan teman saya yang lain, Himawan. Di Bugis Junction kami berencana makan siang di Seoul Garden, restoran all-you-can-eat masakan Korea yang bersertifikasi halal. Pukul 10.00 kami tiba di Bugis Junction. Karena Himawan belum sampai, kami pun melihat-lihat baju-baju yang dijual di Uniqlo. Tadinya saya pikir Uniqlo cukup mahal. Ternyata jika dibandingkan dengan fashion line lain yang saya lihat dari kemarin, Uniqlo ini malah cukup terjangkau. Akhirnya saya dan Nisa berbelanja baju deh di sini 😀

Tak terasa akhirnya jam 13.00 kami (kali ini plus Himawan) baru menuju Seoul Garden. Seoul Garden ini juga terletak di dalam Bugis Junction. Kami juga mengajak Vina ikut makan bareng. Karena tipenya all-you-can-eat, harga makannya memang cukup mahal, yaitu SGD 23. Dan kami pun bener-bener puas-puasin makan di sini 😀

IMG_5085

mirip Hanamasa kan?

mirip Hanamasa kan?

Lagi-lagi tanpa terasa sudah jam 15.30 while there’s still a lot of things to do! >_< Kami pun langsung menuju China Town, namun Vina tidak bisa ikut. Bye-bye, Vina.. See you next time 🙂

China Town

DSCN4870

di sebelah kanan ada kanji “deguchi”. tapi dalam bahasa china ga tau bacanya gimana 😀

China Town di Singapore jauh lebih bagus daripada di Malaysia. Di sini benar-benar dijual souvenir khas cina, seperti gantungan kunci, jimat, tas-tas kecil, sapu tangan, kipas, dan lain-lain semuanya dengan motif khas cina. Selain itu juga dijual souvenir khas Singapore seperti yang dijual di Bugis Village namun dengan harga jaauuhh lebih murah. Aahh, saya menyesal sudah membeli oleh-oleh di Bugis Village kemarin. Karena itu saya sarankan dan sangat saya tekankan, belilah oleh-oleh di China Town 🙂

Di China Town juga banyak sekali barang-barang yang dijual seharga SGD 10 untuk 3 buah, seperti jam tangan, kaos Singapore, aksesoris, dll pokoknya banyak banget deh. Jadi memang China Town ini cocok sekali untuk beli oleh-oleh 😀

IMG_5122

Setelah puas berkeliling, kami solat di masjid yang terletak di ujung jalan China Town ini.

IMG_5130

Setelah itu kami segera menuju Sentosa karena khawatir hari keburu gelap padahal kami berencana foto-foto di depan tulisan Universal. Wah bener-bener deh pokoknya hari ini serba “tiba-tiba udah jam seginiii aja” >_<

Sentosa Island – Song of The Sea

Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan-postingan sebelumnya, kami memang tidak berencana main-main di USS. Di Sentosa island kami hanya berencana foto-foto di depan tulisan Universal, mencoba wahana di sekitar Sentosa, dan nonton Song of The Sea. Ketika kami sampai di sini, hari sudah hampir gelap, kami pun terburu-buru berfoto di depan tulisan Universal. Namun tidak banyak foto bagus yang kami dapat karena memang pencahayaan tidak maksimal dan ada uap air di sekitar bola dunia tersebut (apa memang selalu ada?)

IMG_5139

IMG_5161

Kemudian kami membeli tiket Song of The Sea untuk pertunjukan pukul 19.30. Kali ini Kak Gunawan bergabung bersama kami, namun Himawan pulang duluan.  Setelah menyerahkan tiket ke Kak Gunawan, kami solat maghrib terlebih dahulu. Selesai solat, kami langsung menuju  tempat menonton pertunjukannya. Tempat ini bentuknya seperti menonton bioskop, jadi di bagian bawah adalah stage tempat pertunjukan, dengan kursi makin ke belakang makin tinggi, namun tidak setinggi bioskop.

Ternyata pertunjukan Song of The Sea ini mirip dengan pertunjukan yang kemarin kami tonton di depan Marina Bay, hanya saja jalan ceritanya berbeda dan yang kali ini ada dialog-dialog yang terjadi antar tokohnya, sehingga mudah dimengerti. Inti pertunjukannya sih masih sama, permainan cahaya, laser, semprotan air, dan juga kembang api.

salah satu semburan kembang api yang sempat ter-capture

salah satu semburan kembang api yang sempat ter-capture

Pukul 20.00 pertunjukan selesai. Kami bertiga (saya, Nisa, dan kak Gunawan) berkeliling-keliling sebentar di sekitar sentosa dan berfoto bersama Merlion versi gede.

IMG_5245

Thx to Kak Gunawan sebagai pengarah gaya 🙂

IMG_5250

Lalu sekitar pukul 22.00 kami baru pulang. Hoaahm..

*****

Berikut itinerary lengkap kami hari ini:

  • 08.30     Mustafa Center
  • 10.00     Keliling Bugis Junction, belanja di Uniqlo
  • 13.00      Makan di Seoul Garden
  • 15.30      Beres makan, lanjut ke China Town
  • 17.00     Solat di China Town
  • 17.30     Menuju Sentosa
  • 18.00     Sampai Sentosa, foto-foto
  • 19.30     Nonton Song of The Sea
  • 20.00    Beres, jalan-jalan dan foto-foto di sekitar Sentosa
  • 22.00    Pulang