Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion: Halal? Not for oily skin?

Hai, semuanya. Tidak terasa, sudah di penghujung bulan Januari 2021, ya. Bagaimana awal tahun 2021 kalian? Semoga semuanya masih tetap sehat, ya, di tengah pandemi ini.

Di post pertama di tahun 2021 ini, aku ingin mengulas sebuah cushion yang baru saja dirilis oleh Luxcrime sekitar seminggu lalu. Aku sudah mencoba memakai cushion ini selama dua hari berturut-turut dengan berbagai kondisi, jadi aku sudah punya pendapat tentang cushion ini.

Info Produk

Cushion ini dijual dengan harga Rp 179.000 dengan berat 10g. Secara berat, cushion ini lebih ringan daripada cushion pada umumnya yang biasanya berisi 15g. Dengan harga dan berat segini, menurut saya cushion ini berada di range menengah – tidak mahal sekali namun juga tidak super murah. Mengingat Luxcrime adalah indie brand, menurutku harganya masih cukup wajar.

Aku sendiri membeli cushion ini dalam set dengan Luxcrime On Fleek Browcara sehingga mendapat potongan harga sebesar 25%. Kebetulan browcara ini sudah ada di wishlistku. Jadi ketika cushion ini diluncurkan dan ada pilihan set ini, tanpa pikir panjang aku langsung membelinya. Nanti aku juga bagikan sedikit, ya, pendapatku tentang browcaranya.

Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion & On Fleek Browcara

Cushion ini tersedia dalam lima pilihan warna, yaitu:

Vanilla – Light skin shade with cool undertone (light neutral)
Honey – Light skin shade with warm undertone (light medium)
Cashew – Medium skin shade with warm undertone (medium neutral)
Chestnut – Dark skin shade with neutral undertone (warm tan)
Toffee – Dark skin shade with warm undertone (warm deep)

Warna kulitku adalah medium dengan neutral undertone. Meskipun tidak ada pilihan yang benar-benar persis dengan kulitku, melihat swatch warna yang tersedia di sosial media Luxcrime dan juga model yang mereka tampilkan, aku langsung memilih shade Cashew, yang juga mereka definisikan sebagai medium neutral. Alhamdulillah shade ini sangat cocok denganku. Meskipun deskripsinya untuk kulit warm, shade Cashew ini tidak terlihat terlalu kuning di kulitku.

Menurutku pribadi, pilihan warna ini masih harus dikembangkan. Lima warna yang telah ada ini tidak cukup terang dan tidak cukup gelap. Dan di masing-masing tingkatan warna, undertone yang ada belum terwakilkan semua. Aku cukup yakin banyak wanita Indonesia yang belum bisa mendapatkan warna yang benar-benar persis dengan kulit mereka.

Klaim produk ini adalah:

  • Buildable coverage
  • Lightweight formula
  • SPF 25 – UVA UVB Protection
  • Fungal acne safe
  • Luminous and smoothed skin appearance
Screenshots are from Luxcrime IG story, edited by me

Nanti kita akan bahas, ya, apakah hasil pemakaianku sesuai dengan klaimnya.

Packaging

Dari segi packaging, menurutku cushion ini unik sekali dengan bentuknya yang persegi dan sangat pipih. Desain di bagian covernya juga cantik dan elegan, warnanya yang hijau emerald dipadukan dengan soft pink juga sangat khas Luxcrime. Aku pribadi suka sekali brand yang keseluruhan produknya memiliki tema serupa seperti ini.

Love the packaging!

Ketika pertama datang, cushion ini tidak disediakan langsung di dalam casenya seperti cushion pada umumnya, melainkan harus kita pasang sendiri. Jadi, dia datang dengan box agak besar seperti ini.

Kemudian jika dibuka, maka akan ada case-nya tanpa cushionnya.

Lalu ketika dibuka lagi tingkat kedua dari boxnya, barulah tersedia isi cushionnya di dalam kemasan terpisah.

Memasang cushion sendiri ke dalam case ini juga cukup memberikan pengalaman yang menarik menurutku. Dan ini menandakan bahwa sangat mungkin mereka meluncurkan isi ulangnya saja di kemudian hari.

Aku juga suka dengan puff-nya. Puff ini cukup untuk dimasukkan tiga jari, dan menurutku ini sangat memudahkan dalam pengaplikasian (karena aku punya cushion lain dan itu puff-nya hanya muat dua jari). Puffnya juga sangat empuk, sehingga ketika kita tepuk-tepukkan ke wajah tidak terasa sakit. Bagian tepi puff juga lembut dan tidak menimbulkan garis-garis di wajah saat mengaplikasikan produk.

Tapi, puffnya juga ada kekurangannya sedikit, nih, teman-teman. Karena warnanya yang putih, baru empat kali pemakaian sampai sejauh ini, puff-ku sudah terlihat cukup kotor seperti ini.

Untuk browcaranya, dia datang dengan box seperti ini.

Di bagian belakang ada cara pemakaian.

Dan sama juga dengan cushionnya, ilustrasi pada packaging dan box browcara ini juga sangat cantik. Meskipun senada dengan ilustrasi cushion, ada aksen seperti goresan alis yang membedakan. I love this kind of small detail!

Aku juga suka dengan aplikatornya yang sangat kecil dan rapat karena ini memudahkan untuk mengaplikasikannya di bulu-bulu alisku yang halus.

Ingredients

Sekarang kita masuk ke bagian paling penting dari sebuah produk kecantikan. Mengapa ini paling penting menurutku, bahkan lebih penting daripada cocok atau tidaknya? Tentunya sebagai seorang Muslim, kita harus memastikan apakah produk yang kita gunakan halal atau tidak.

Luxcrime sendiri mengklaim brand mereka sebagai BPOM, cruelty free, vegan dan halal. Sebelum membeli produk ini, aku sudah sempat mengecek apakah produk 2nd Skin Luminous Cushion dan On Fleek Browcara ini telah terdaftar di www.halalmui.org. Untuk browcaranya sudah terdaftar alhamdulillah, namun untuk cushionnya belum terdaftar.

Karena belum terdaftar di website halal MUI, aku berikhtiar untuk mengecek juga ingredientsnya untuk lebih meyakinkan. Dari ingredients yang tertulis, ada satu ingredients yang patut kita perhatikan jika ada di sebuah produk, terutama produk kecantikan, yaitu ‘sodium hyaluronate’ (kedua dari terakhir).

Nah mungkin kali ini aku tidak akan membahas terlalu detail tentang ingredients ini. Tapi secara singkat saja, sodium hyaluronate ini bisa berasal dari jaringan hewan mamalia, yang tentunya jika hewan tersebut tidak disembelih sesuai syariat Islam, hukumnya menjadi haram. Untuk lebih detailnya tentang bagaimana sodium hyaluronate ini dibuat, teman-teman bisa membaca salah satunya dari artikel ini, ya. Tentunya akan lebih baik jika teman-teman googling sendiri untuk tahu lebih banyak lagi.

Namun, sodium hyaluronate juga bisa dibuat halal. Terbukti dengan adanya halal sodium hyaluronate. Dan juga kebetulan aku punya satu produk skincare yang sudah halal MUI dan di ingredientsnya ada sodium hyaluronate. Hal ini membuktikan bahwa sodium hyaluronate juga bisa halal.

Oh ya, ini juga ada artikel tentang bahan-bahan yang jika ada di kosmetik patut kita waspadai kehalalannya. Masih banyak juga artikel serupa lainnya, kalian bisa googling sendiri, ya.

Untuk meyakinkan lagi, aku pun bertanya ke CS Luxcrime di Shopee (karena aku membeli produk ini dari Shopee), apakah cushion ini mengandung bahan hewani. Dan CS tersebut pun menjawab bahwa tidak terkandung bahan hewani dalam cushion ini.

Screenshot my convo with Luxcrime CS

Maka, dengan claim brand Luxcrime yang vegan dan juga hasil bertanya ke CS mereka dan dengan kenyataan bahwa sodium hyaluronate bisa dibuat halal, maka bismillah, aku pun membeli produk ini. Wallahu’alam, semoga Allah meridhoi ikhtiar ini, ya. Amin..

Uji Pemakaian

Nah, sekarang kita masuk ke bagian yang paling ditunggu-tunggu, yaitu Uji Pemakaian. Yeay! Terima kasih yang sudah membaca sampai di sini tanpa skip! Hehe..

Oh ya, aku belum menjelaskan tipe kulitku, ya. Tipe kulitku adalah normal-to-oily. Secara keseluruhan wajahku normal, hanya bagian ujung hidup dan sekitar ujung hidung saja yang cukup berminyak. Dahi dan dagu tidak terlalu berminyak, kecuali kalau beraktivitas seharian di luar rumah.

Hari pertama uji pemakaian, di setengah wajahku aku menggunakan mattifying primer terlebih dahulu dan di setengah wajahku aku tidak menggunakan primer. Kemudian setelah mengaplikasikan cushion, aku set seluruh wajahku dengan bedak, karena memang itu yang selalu aku lakukan (aku jarang tidak mengeset wajahku dengan bedak). Lalu setelah menyelesaikan makeupku, di setengah wajah yang tadi aku pakaikan primer, aku set juga dengan setting spray, dan di setengah wajah yang satunya tidak. Aku ingin melihat apakah ada perbedaan signifikan jika pemakaian cushion ini dibantu dengan primer dan setting spray dan jika tanpa apa-apa.

Satu hal yang sangat aku sadari dari pemakaian pertama ini adalah, cushion ini memang sangat hydrating dan terasa cukup encer. Akibatnya, bagian sekitar mataku yang memang banyak garis halus lipatan kulitnya agak susah dibuat smooth. Tidak peduli berapa kali pun aku rata-ratakan dengan puff ataupun jari, dia creasing lagi setelah beberapa detik. Padahal, sebelum diset dengan bedak, bagian sekitar mata itu harus smooth dulu, kan, supaya tidak semakin creasing setelah dipakai seharian. Akibatnya, setelah berhasil diratakan dengan jari, aku harus cepat-cepat set dengan bedak sebelum keburu creasing lagi.

Masih karena terlalu encer ini, sebelum diset dengan bedak, cushion ini tidak terlalu cepat mengeset sendiri. Jadi ketika baru diaplikasikan lalu jariku tidak sengaja menyentuh wajahku, bagian yang tersentuh jariku tadi langsung terangkat produknya. Jadi, cushion ini memang bukan tipe yang bisa dipakai tanpa bedak dan harus cepat-cepat diset agar tidak transfer.

Tapi… Harus aku akui cushion ini memang memiliki coverage yang sangat baik! Aku tidak memiliki terlalu banyak bekas jerawat. Namun warna kulit di wajahku lumayan tidak merata, seperti bagian bawah mata, sekitar hidung dan mulut itu lebih gelap daripada yang lainnya. Juga pori-pori di sekitar hidungku cukup besar. Aku bisa bilang bahwa discoloration di wajahku dapat diratakan dengan baik dan pori-pori besarku juga tersamarkan. Dan aku sudah tidak memakai concealer lagi. Juga, cushion ini terasa sangat ringan seperti tidak memakai apa-apa.

Hari itu aku tidak ke mana-mana tapi aku beraktivitas seperti biasa di rumah, seperti beberes rumah, main dengan anak, makan, cuci piring, dsb. Aku juga lagi berhalangan, jadi aku tidak solat dan bisa menguji pemakaian cushion ini tanpa terkena air wudhu. Oh ya, teman-teman, kalau bisa sih, saat kita berwudhu, dihapus dulu ya, makeupnya. Supaya air wudhunya benar-benar kena ke kulit kita dan sah wudhu serta solatnya. 🙂

Setelah pemakaian selama 3 jam, ujung hidungku sudah mulai berminyak, baik yang memakai primer dan setting spray maupun yang tidak. Sejujurnya aku merasa ini agak aneh, karena biasanya primer dan setting sprayku cukup mampu menahan minyak sampai minimal 6 jam. Oh ya, bedak yang aku pakai adalah Ponds Angle Face (yang botolnya warna biru-putih) dan setting spray yang aku pakai adalah Luxcrime Stay Last. Setting spray ini sudah cult favorit banget ya (dan sudah halal MUI!), sudah terjual sangat banyak dan memang aku sendiri sudah membuktikan bahwa dia memang mampu mengunci makeup seharian. Bahkan saat aku keluar dan memakai masker, itu yang transfer ke masker sangat sedikit dan yang luntur dari wajahku juga sangat sedikit.

Oke, balik lagi ke uji pemakaian cushion. Hehe. Setelah sekitar 7 jam, aku sudah agak capek dan mengantuk, jadi aku mengecek untuk terakhir kalinya sebelum menghapus makeupku hari itu. Setelah 7 jam, wajahku sudah sangat oily mengingat aku tidak banyak beraktivitas berat seharian itu. Dan tidak ada bedanya antara sisi yang diset dengan primer dan setting spray dan sisi yang tidak memakai apa-apa. Area di sekitar mataku sudah creasing semua. Bisa dibilang percobaan pertama ini memberikan hasil yang tidak terlalu memuaskan in terms of longevity. Aku jadi bertanya-tanya sendiri apakah primer dan setting spraynya kurang banyak, ya..

Karena masih penasaran, aku pun mencoba lagi keesokan harinya. Kali ini aku pakai primer di seluruh wajah dan setting spray yang agak lebih banyak. Aku juga memakai teknik baking untuk powdernya (kalau kemarin, kan, hanya ditap-tap saja bedaknya). Untuk produk yang dipakai masih sama dengan yang kemarin. Hari kedua ini aku juga full beraktivitas di rumah seperti biasa. Aku juga uji pemakaian sekitar 7-8 jam.

Alhamdulillah, setelah perbaikan teknik pemakaian, hari ini base wajahku bagus seharian! Terbukti dengan baking, cukup baik untuk membuat cushionnya stay in place. Dan setting spray yang lebih banyak berhasil menahan minyak lebih lama. Setelah 7-8 jam pemakaian hari ini, wajahku tidak seberminyak kemarin dan area di sekitar mata juga tidak creasing terlalu parah.

Dari sini aku bisa melihat bahwa untuk kulit normal-to-oily sepertiku, aku benar-benar harus mempersiapkan kulitku dengan primer yang tepat dan mengeset dengan bedak dan setting spray dengan baik. Kalau tidak, cushion ini bakal buyar di wajahku. Berarti, cushion ini bukan cushion yang bisa aku pakai dengan casual dan kalau aku lagi tidak ingin terlalu banyak menggunakan makeup. Aku juga jadi meragukan ketahanan cushion ini untuk teman-teman yang jauh lebih oily daripada aku.

Ulasan Singkat Browcara

Sebelum ke kesimpulan akhir, aku mau memberikan ulasan singkat tentang On Fleek Browcara-nya dulu, ya.

Browcara ini tersedia dalam 3 shades: Crystalline (clear), Woody (light brown), dan Mocha (deep brown). Aku pilih yang shade Mocha.

Setelah mencoba juga selama 3 hari, aku bisa membuktikan bahwa browcara ini bener-bener bisa membuat alis kita tegak berdiri meskipun diterpa badai! Bahkan, ada satu hari aku cuci muka tapi lupa menghapus browcaranya, dia tetap stay in place. Totally highly-recommended, apalagi mengingat ini produk lokal, sudah halal MUI (bisa dicek di web www.halalmui.org), dan harganya juga cukup terjangkau (RP 95.000 dan mereka sering diskon 10% di official store Luxcrime di Shopee).

Sedikit tips dariku, ketika mengaplikasikan browcara ini, usahakan jangan terkena kulit, karena kalau kena agak susah dibersihkannya dan alisnya jadi terlihat sangat tebal seperti Shinchan. Jadi hati-hati di bagian ini, ya.

Kesimpulan

Nah, jadi kesimpulanku untuk kedua produk ini adalah..

2nd Skin Luminous Cushion:

  • Lightweight
  • Pretty good coverage
  • Hydrating
  • Luminous finish
  • Menyamarkan tampilan pori-pori besar
  • Tidak crease-proof (harus di-bake dengan bedak dan menggunakan setting spray cukup banyak)
  • Tidak transfer-proof (sebelum diset dengan bedak masih sangat bisa transfer)
  • Tidak long-lasting
  • Tidak oily girl friendly
  • Need more shades
  • Semoga segera halal certified 🙂

On Fleek Browcara:

  • Kuas kecil memudahkan aplikasi di bulu alis yang halus
  • Sangat kuat menahan alis stay-in-place
  • Water-proof
  • Long-lasting (tidak akan pudar deh kayaknya kalau tidak dihapus)
  • Jika terkena kulit agak susah dibersihkan (saking kuatnya)
  • Sudah halal MUI 🙂

*****

Jadi, bagaimana, teman-teman, apakah kalian akan beli cushion atau browcara ini? Kalau iya, shade mana yang akan kalian beli? Apa yang paling membuat kalian penasaran akan cushion dan browcara ini? Komen-komen di bawah, ya!

Baiklah, segitu saja untuk post hari ini. Semoga bermanfaat untuk semuanya. Kalau ada informasi yang salah, mohon dikoreski ya!

Last but not least, I found this quote from the box the cushion came in pretty inspiring! ❤

Sampai jumpa lagi di post berikutnya. 🙂

One thought on “Luxcrime 2nd Skin Luminous Cushion: Halal? Not for oily skin?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: